Showing posts with label ummat. Show all posts
Showing posts with label ummat. Show all posts

Sunday, April 3, 2011

Mengapa Khilafah Belum Tegak?

Oleh: Hafidz Abdurrahman
Prasyarat Negara Khilafah
قال العلامة الشيخ عبد القديم زلوم عن الأقطار التي تنعقد بها الخلافة أن تتوفر فيها الشروط الأربعة:
أحدها:    أن يكون سلطان ذلك القطر سلطانا ذاتيا، يستند إلى المسلمين
وحدهم، لا إلى دولة كافرة، أو نفوذ كافر؛
ثانيها:    أن يكون أمان المسلمين في ذلك القطر بأمان الإسلام، لا  بأمان
الكفر، أي أن تكون حمايته من الداخل والخارج  حماية إسلام من
قوة المسلمين، باعتبارها قوة إسلامية  بحتة؛
ثالثها:    أن يبدأ حالا بمباشرة تطبيق الإسلام كاملا تطبيقا إنقلابيا شاملا،
وأن يكون متلبسا بحمل الدعوة الإسلامية؛
رابعها:    أن يكون الخليفة المبايع مستكملا شروط انعقاد الخلافة، وإن لم يكن
مستوفيا شروط الأفضلية، لأن العبرة بشروط الإنعقاد؛
Al-’Allamah Syaikh ‘Abd al-Qadim Zallum menyatakan tentang wilayah yang berhasil menegakkan Khilafah harus memenuhi 4 syarat: Pertama, kekuasaan wilayah tersebut bersifat independen, hanya bersandar kepada kaum Muslim, bukan kepada negara Kafir, atau di bawah cengkraman kaum Kafir. Kedua, keamanan kaum Muslim di wilayah itu di tangan Islam, bukan keamanan Kufur, dimana perlindungan terhadap ancaman dari dalam maupun luar, merupakan perlindungan Islam bersumber dari kekuatan kaum Muslim sebagai kekuatan Islam murni. Ketiga, memulai seketika dengan menerapkan Islam secara total, revolusioner dan menyeluruh, serta siap mengemban dakwah Islam..
Keempat, Khalifah yang dibai’at harus memenuhi syarat pengangkatan Khilafah (Muslim, laki-laki, baligh, berakal, merdeka, adil dan mampu), sekalipun belum memenuhi syarat keutamaan. Sebab, yang menjadi patokan adalah syarat in’iqad (pengangkatan).  (al-’Allamah Syaikh ‘Abd al-Qadim Zallum, Nidzam al-Hukmi fi al-Islam, 59-60)
Khilafah Masalah Nashrullah
  • Kapan, di mana, dan kepada siapa Nashrullah diberikan adalah otoritas Allah SWT..
  • Nashrullah diberikan oleh Allah, setelah kita menolong-Nya, dengan mengupayakan hukum sebab akibat:
قال تعالى: ﴿إِن تَنصُرُوا ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ﴾، وفسر الرازي فجعل نصرنا لـه مقدماً على نصره لنا.
Allah berfirman: “Jika kalian menolong Allah, maka Dia pasti akan menolong kalian.” (Q.s. Muhammad: 7). Ar-Razi menafsirkan, “Dia menjadikan pertolongan kita kepada-Nya harus diberikan lebih dulu agar Dia memberikan pertolongan-Nya kepada kita.
وأضاف الرازي قائلا: (والجواب: أنه لا امتناع في أن يصدر عن الحق فعل، فيصير ذلك سبباً لصدور فعل عنا، ثم الفعل عنا ينساق إلى فعل آخر يصدر عن الرب، فإن أسباب الحوادث ومسبباتها متسلسلة على ترتيب عجيب يعجز عن إدراك كيفيته أكثر العقول البشرية)
Ar-Razi menambahkan, “Jawabannya, bahwa tidak ada larangan jika perbuatan itu lahir dari al-Haq (Allah), sehingga itu menjadi alasan mengapa kita harus melakukan perbuatan. Lalu, perbuatan kita diselaraskan dengan perbuatan lain yang datang dari Allah, karena sebab-sebab berbagai peristiwa dan akibatnya selalu terkait dengan urutan yang menakjubkan, yang tidak mampu dijangkau kaifiyahnya oleh akal manusia.” (ar-Razi, Tafsir ar-Razi, Juz XXXII, hal. 349)
Hukum Sebab-Akibat
Agar Prasyarat itu Terwujud
?
  • Umat yang terdidik (al-ummah al-mutatsaqqafah) hingga mempunyai kesadaran umum tentang Islam, dan kesadaran politik.
  • Kesadaran umum tentang Islam (al-wa’yu al-’am ‘an al-Islam): Umat paham sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem sosial Islam, sistem pendidikan Islam, sistem sanksi hukum, politik luar negeri, dsb.
  • Kesadaran politik (al-wa’yu as-siyasi): Umat paham kondisi, konstalasi dan peta dunia dari perspektif Islam.
Siapa yang Harus Menyiapkan?
  • Partai politik ideologis (hizbun siyasi mabda’i);
  • Partai yang mempunyai master plan (rancangan induk perubahan), atau at-tsaqafah al-mutabannat (konsep yang diadopsi dan diperjuangkan) yang menjadi fikrah-nya: Sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem sosial Islam, sistem pendidikan Islam, sistem sanksi, politik luar negeri, dsb.
  • Partai yang mempunyai road map (peta jalan), atau thariqah. Thariqah-nya juga harus sahih.
Bagaimana Caranya?
  • Satu-satunya metode yang sahih untuk mendapatkan kekuasaan dan mendirikan Khilafah adalah thalab an-nushrah.
  • Metode thalab an-nushrah dijelaskan oleh al-’Allamah Syaikh Muhammad Khair Haikal:
    • Thalab an-nushrah dilakukan setelah meningkatnya penganiayaan;
    • Rasul menawarkan sendiri kepada para pemuka kabilah;
    • Thalab an-nushrah hanya dilakukan kepada pemuka kabilah, serta pihak-pihak yang mempunyai posisi dan kedudukan;
    • Meyakini dakwah menjadi syarat bagi orang yang bisa diterima nushrah-nya.
    • Thalab an-nushrah untuk dua kepentingan: Pertama, melindungi penyampaian dakwah; Kedua, menerima tampuk kekuasaan dan pemerintahan.
    • Menolak jaminan apapun kepada kekuatan yang siap memberikan nushrah, misalnya memberikan kekuasaan dan pemerintahan kepada tokohnya sebagai kompensasi.
    • Orang yang memberikan nushrah disyaratkan harus mampu menghadapi musuh dakwah, ketika negara berdiri.
    • Orang yang memberikan nushrah disyaratkan negerinya tidak terikat dengan perjanjian internasional yang tidak bisa dilepaskan, sesuatu yang nota bene bertentangan dengan dakwah..
(al-’Allamah Syaikh Muhammad Khair Haikal, al-Jihad wa al-Qital fi as-Siyasah as-Syar’iyyah, Juz I, hal. 406-413)

Kapan Khilafah Berdiri?
  • Ketika umat yang mempunyai kekuasaan telah mempunyai kesadaran umum tentang Islam, dan kesadaran politik yang benar;
  • Kekuatan mereka dipimpin oleh partai politik ideologis yang menjadi lisan al-umah;
  • Kekuatan yang dipimpin oleh partai ideologis tersebut dikonsolidasikan dengan kekuatan ahl an-nushrah.
  • Saat itulah, Khilafah dengan izin Allah akan berdiri.

Jubir HTI: Konyol,Kaitkan Bom Buku dengan Khilafah

“Mengkaitkan bom buku dengan upaya penegakkan khilafah merupakan cara konyol untuk mendeskriditkan gerakan khilafah,” ujar Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto kepada mediaumat.com, Sabtu (19/3) malam di Jakarta.
Cara konyol itu dilakukan lantaran tidak satu jalan pun yang dapat digunakan mereka untuk melawan atau membuktikan baik secara intelektual , rasional, emosional, maupun secara legal yang dapat mematahkan arus dukungan terhadap penegakkan khilafah.
“Secara legal, berdakwah untuk menyadarkan kaum Muslim agar kembali menegakkan khilafah merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi atau UU yang ada,” ujarnya.
Secara emosional, justru khilafah dekat dengan emosi umat Islam yang saat ini merasa tertindas, merasa lemah , tidak mampu menghadapi berbagai tantangan yang menghadang datang dari musuh musuh Islam, kecuali bersatu dalam satu komando seorang khalifah.
Secara rasional. “Apalagi yang bisa ditempuh umat Islam untuk menghadapi begitu banyak problem kecuali kembali kepada syariah dan khilafah?” tanyanya retorik.
Secara intelektual ini adalah gagasan yang mempunyai basis teori yang sangat kokoh baik secara teologi, maupun secara historis. “Ditambah lagi bahwa pengusungnya, HTI, itu tidak pernah menggunakan jalan kekerasan di dalam menyampaikan penyadaran ini,” ungkapnya.
“Sekali lagi, mereka sangat kesulitan untuk membendung berkembangnya gagasan yang semakin hari semakin diterima oleh masyarakat,” tegasnya
Hal itu setidaknya dibuktikan dari berbagai survei. “Baik dilakukan oleh lembaga riset nasional, baik yang netral maupun yang jelas-jelas berkiblat pada paham sekuler, seperti Setara Institute beberapa bulan lalu,” paparnya.
Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris, Ansyaad Mbai dalam diskusi “Setelah Bom Buku, Terbitlah Isu” yang diadakan Radio Trijaya di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Maret 2011 menyatakan bahwa target dari bom buku ini adalah para penghalang khilafah. Namun para pengamat menilai bom berdaya ledak rendah ini merupakan bentuk pengalihan isu yang dilakukan pemerintah karena tersudut dengan berbagai pemberitaan yang mengungkap skandal pemerintah, seperti kasus Wikileaks, Century, dan Gayus. [] joko prasetyo/mediaumat.com

Diktator Qaddafi dan Kelemahan Para Penguasa Muslim

[Al Islam 549] Sejak berkuasa pada 1 September 1969, Qaddafi telah banyak melakukan kekerasan, penyiksaan dan pembunuhan. Diantara yang terekspos:
  • Pada tahun 1970 Qaddafi memerintahkan polisi dan pasukan keamanan Komite Rakyat menangkap ratusan warga Libya yang menentang atau pihak yang dikhawairkan dapat menentang pemeritahannya.
  • Pada tahun 1976, sebanyak 22 perwira dieksekusi.
  • Pada tahun 1980 Qaddafi menjatuhkan hukuman mati kepada orang-orang asing yang dia sebut “anjing liar”.
  • Pada tahun 1988 menurut laporan Amnesti Internasional, Qaddafi melakukan penangkapan sewenang-wenang, penghilangan, penyiksaan dan hukuman mati.
  • Human Right Watch menyatakan, pada tahun 1996 rezim Qaddafi menembak mati lebih dari 1000 orang di penjara Abu Salim.
  • Dalam pidatonya pada peringatan khataman mushhaf keseratus, 3 Juli 1978 di Universitas Mawla Muhammad di Tripoli, Qaddafi mengatakan bahwa hadits-hadits Nabi saw itu tidak boleh diambil, dan wajib hanya mengambil al-Quran saja. Koreksi dari Hizbut Tahrir melalui delegasi pada 27 Ramadhan tahun itu dan Memo kepadanya, dia tanggapi dengan berang. Berikutnya Rezim Qaddafi menangkapi syabab Hizb. Diantara mereka sebanyak 13 orang dieksekusi pada bulan April 1983 dan April 1984 di depan khalayak.
Kebiadaban Qaddafi tidak berhenti hingga hari ini. Dia menggunakan tentara dan orang-orang bayaran dengan senjata, bom dan berondongan peluru untuk menghadapi rakyat yang berdemonstrasi menuntutnya lengser. Akibatnya menurut Francois Zimeray, Direktur Human Right Watch, yang menyaksikan kondisi dilapangan, jumlah korban yang tewas sampai akhir Februari sudah mencapai 2.000 orang dan ribuan lainnya luka-luka (lihat, eramuslim.com, 25/2/11).
Tragedi itu dijadikan alasan PBB untuk melindungi warga sipil dengan mengeluarkan resolusi 1973/2011. Lalu AS, Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada pun melancarkan intervensi (serangan) militer membom berbagai sasaran di Libya.
Sesungguhnya tanpa barat imperialis, para peguasa kaum Muslim bisa menghentikan kebiadaban Qaddafi. Sebab Mesir saja memiliki 405 pesawat tempur (Mirage 2000, F-16, F-4 dan Mig 21), 3723 tank (Т-54, Т-55, dan Т-62 dari Uni Soviet dan M1 Abrams buatan AS), 5000 wagon panser lapis baja, ribuan artileri dan 1,1 juta tentara (rakyatmerdekaonline.com, 2/2/11). Ironinya, mereka lebih memilih bersikap lemah.
***
بسم الله الرحمن الرحيم
Diktator Libya dengan Pembantaian Berdarahnya dan Kelemahan Para Penguasa Kaum Muslim dalam Menolong Libya; Mereka Bersekutu dalam Kejahatan Intervensi Militer Prancis, Inggris, dan Amerika!
Mulai malam 19-20/3/2011 negara-negara Barat melakukan serangan udara dan menembakkan rudal-rudal dari laut ke berbagai sasaran di Libya. Negara-negara Barat itu memanfaatkan kelemahan para penguasa kaum Muslim, khususnya Mesir dan Aljazair untuk menolong warga Libya dan menyelamatkan mereka dari pembantaian Qaddafi yang dilakukan bersama kaki tangannya dan orang-orang bayaran …
Sungguh ini benar-benar tragedi, di mana diktator Libya dengan pembantaian berdarahnya, membuka ruang bagi intervensi militer Barat di Libya… Sungguh ini benar-benar tragedi, di mana para penguasa Arab, bahkan seluruh penguasa di negeri-negeri Islam, ikut andil dalam kejahatan tersebut dengan tidak menolong Libya menghadapi diktator (Qaddafi)… Seharusnya mereka segera mengerahkan pasukan untuk menolong Libya, sehingga kediktatoran dapat dihancurkan dan intervensi negara-negara Barat di negeri kaum Muslim dapat dicegah… Dan sungguh ini benar-benar tragedi ketiga, di mana kaum Muslim memasukkan ke dalam rumah-rumah mereka “ular berbisa” untuk mengatasi bahaya!
Diktator Libya dengan pembantaian berdarahnya, dan para penguasa yang tidak menolong warga Libya dari tangan diktator itu, telah bersekutu dalam kejahatan. Akibatnya tercipta alasan bagi Barat melakukan intervensi secara militer; setelah intervensi secara politik dengan Resolusi PBB 1973, dengan dalih penyelamatan kemanusiaan bagi warga Libya. Padahal di saat yang sama, negara-negara Barat itu tidak pernah mengenal kemanusiaan, kecuali mendapat bayaran. Bukan sembarang bayaran, tetapi bayaran keji yang merealisasi kepentingan-kepentingan mereka di negeri-negeri kaum Muslim!
Wahai kaum Muslim! Bagaimana umat akan memiliki kehidupan yang tenang sementara mereka melupakan firman Allah SWT:
وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ
Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan (QS al-Anfal [8]: 72)
Dan tidak menolong saudaranya seagama yang dizalimi Qaddafi? Bagaimana kehidupan akan baik, sementara umat melupakan sabda Rasulullah saw:
«الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ»
Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana satu bangunan saling menopang satu sama lain dan beliau mengeratkan jari-jemari beliau satu sama lain (HR al-Bukhari)?
Bagaimana umat bisa berdiri di atas kedua kakinya sendiri, sementara mereka tidak melihat orang yang akan menyelamatkannya dari kediktatoran penguasanya, kecuali yang datang justru musuh-musuhnya?!
Wahai kaum Muslim…! Musibah umat ini adalah akibat para penguasanya … Juga akibat sikap diam umat terhadap bencana-bencana dari para penguasa zalim dan diktator. Maka umat pun ditimpa musibah berupa azab seperti yang terjadi selama ini, bukan hanya di akhirat saja, tetapi hingga di dunia. Dan sekarang umat melihat musuh-musuhnya membombardir negerinya, mengelilingi langitnya, dan melanggar kehormatannya.
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لاَ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS al-Anfal [8]: 25)

Orang zalim dihukum karena kezalimannya. Sedangkan orang yang dizalimi mendapat siksa karena sikap diamnya terhadap kezaliman. Abu Bakar ash-Shiddiq ra berkata: Aku mendengar Rasul saw bersabda:
«إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ»
Sesungguhnya manusia jika melihat orang berbuat zalim lalu ia tidak menindak dengan kedua tangannya, maka hampir-hampir Allah meratakan azab dari sisinya (HR Ahmad)

Sesugguhnya para penguasa itu, mereka berupaya menjaga kursi kekuasaannya yang doyong dan semu. Mereka tidak segan-segan menumpahkan darah, melayani musuh, menjual negeri, dan penduduknya … Singgasana mereka adalah tuhan-tuhan mereka.
قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (QS at-Tawbah [9]: 30)

Diktator Libya tahu bahwa masyarakat tidak lagi menginginkannya. Ia juga tahu bahwa Inggris yang dahulu mengantarkannya ke kursi pemerintahan selama empat puluh tahun, akan mencampakkannya ke pinggir jalan, ketika perannya telah usai. Dan sekarang ini perannya telah atau hampir selesai. Sesunggunya sudah ada pelajaran dari yang lain. Seandainya dia berakal, niscaya dia mundur dari pemerintahan dan berlalu. Tetapi ia lebih memilih berakhir di atas tengkorak-tengkorak kaum Muslim di Libya dan mengundang intervensi musuh-musuh kaum Muslim, tanpa merasa malu kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukmin!
Wahai kaum Muslim, wahai para penguasa di negeri kaum Muslim, wahai penguasa Mesir al-Kinanah…! Tidak adakah di antara Anda orang yang cerdas, sehingga ia menyadari suatu masalah sebelum menjadi serius dan kritis, lalu menggerakkan pasukan ke Libya untuk menyelamatkan Libya dari diktator Qaddafi dan mengembalikan senyum kepada warga Libya; Ia lenyapkan dalih yang bisa digunakan Barat untuk menjamah langit dan tanah Libya dengan pesawat-pesawat dan rudal-rudalnya? Tidak adakah di antara Anda orang yang cerdas, sehingga ia menghentikan intervensi militer Barat yang menghinakan kaum Muslim ini? Sungguh, itu benar-benar tragedi. Dan itu termasuk problem dunia, di mana orang yang dizalimi tidak menemukan orang yang menyelamatkannya dari orang zalim, kecuali musuhnya sendiri! Apakah satu setengah miliar orang tidak mampu menyelamatkan Libya dari kediktatoran Qaddafi, sehingga masyarakat memilih musuhnya untuk menyelamatkan mereka!
Wahai kaum Muslim…! Belum tibakah saatnya bagi Anda untuk memahami apa yang telah dan terus diserukan oleh Hizbut Tahrir, bahwa tegaknya Khilafah sajalah yang akan menjaga negeri dan penduduknya serta menghancurkan punggung musuh-musuh.
«إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ»
Sesungguhnya seorang imam (khalifah) adalah perisai dimana orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung (HR Muslim)?
Belum tibakah saatnya bagi Anda untuk memahami bahwa umat Islam di bawah Khilafah dahulu selalu dimintai pertolongan oleh orang-orang yang dizalimi di dunia untuk menghilangkan kezaliman atas mereka. Sementara sekarang, di bawah rezim-rezim boneka dan penguasa-penguasa pandir (ruwaibidhah), umat Islam tidak mampu menghilangkan kezaliman dari dirinya sendiri?… Namun demikian, semua kejadian itu telah mendorong berkumandangnya seruan pembebasan. Kegelapan malam pun akan disusul fajar. Sesungguhnya Islam memiliki getaran hebat yang akan mendatangi para penindas dan musuh-musuh Islam dari arah yang tidak mereka sangka-sangka.
وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ
Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (QS Yusuf [12]: 21)
15 Rabiuts Tsani 1432 H
20 Maret 2011 M
Hizbut Tahrir

Tentara AS Mesin Pembunuh Kaum Kafir Penjajah, Tak Layak Mereka Jadi Penjaga

Berbagai media mempublikasikan foto-foto tentara AS yang sedang bermain-main dengan tubuh mayat warga sipil Afghanistan setelah pembunuhan yang dilakukan tanpa pembenaran. Mereka itu adalan para tentara dari kesatuan yang disebut dengan “pasukan kematian”, yang telah banyak melakukan pembunuhan terhadap warga sipil di Afghanistan “untuk tujuan bersenang-senang!”.
Skandal itu muncul kepermukaan menyusul pembantaian yang dilakukan oleh pasukan NATO di Afghanistan baru-baru ini, dalam serangan udara yang menyebabkan puluhan anak-anak dan warga sipil meningal, termasuk sembilan anak-anak yang sedang mengumpulkan kayu bakar. Sunguh semua itu mengungkapkan tentang sifat dan fakta sebenarnya dari para prajurit yang begitu menikmati aksi pembunuhan terhadap kaum Muslim dan penyerangan terhadap mereka.
Sejarah pasukan AS di Afghanistan dan Pakistan penuh dengan pelanggaran dan kejahatan yang begitu telanjang, seperti pembunuhan warga sipil, serta pemboman terhadap pesta pernikahan dan prosesi pemakaman, yang semuanya dilakukan dengan sengaja. Mereka juga sangat menikmati dengan membakar tubuh mayat warga Afghanistan, hingga tindakan-tindakan keji yang mereka lakukan dalam penjara Bagram dan Guantanamo, sampai pada tindakan pelecehan terhadap para perempuan Muslim dan “kristenisasi”. Dan masih banyak lagi kejahatan dan kekejaman mereka yang belum terungkap.
Pasukan AS di Afghanistan adalah sama dengan pasukan AS yang dikirim ke Libya. Mereka menjalankan misi pemboman dan penghancuran dalam rangka untuk menjajah dan mengambil alih sumber daya alam di bawah bendera perlindungan warga sipil. Dan mereka juga melakukan intervensi politik di Mesir, Tunisia, Yaman dan Bahrain untuk alasan yang sama.
Masihkah berharap menemukan duri dari pohon anggur; meminta perlindungan dari ular berbisa, dan mempercayakan pada serigala untuk menjaga domba? Apakah orang yang telah membunuhi warga sipil dan anak-anak di Afghanistan akan melindungi saudara-saudara mereka di Libya?
Hubungan antara kaum Muslim dengan Amerika harus berupa hubungan permusuhan, dan tidak boleh mengambil bentuk lainnya. Kaum Muslim harus memutus semua hubungan diplomatik  dan militer dengannya. Kaum Muslim harus memotong kakinya dari negeri-negeri kaum Muslim; tidak mengizinkannya, begitu juga ekornya untuk mengintervensi negeri-negeri kaum Muslim.
Dengan demikian, sangatlah penting untuk menyingkirkan setiap pengaruh penjajahan-yang di antaranya adalah Amerika-dari negeri-negeri kita melalui kekuatan dan kemampuan tentara kaum Muslim, sehingga Amerika merasakan buah pahit dari kejahatan yang dilakukannya, kebuasan yang terus menumpahkan darah kaum Muslim, menduduki negeri-negeri mereka, serta menjarah dan merampok kekayaannya; dan hendaklah tentara kaum Muslim dengan semua kekuatannya membantu mereka yang berkerja untuk mengembalikan Khilafah, yaitu mereka yang ingin mendirikan mercusuar Islam, menciptakan perubahan yang sebenarnya, membebaskan diri dari pengaruh Barat dalam segala bentuknya dan modelnya. Sehingga kaum Muslim-di bawah naungan Khilafah-kembali menjadi umat terbaik di dunia, umat yang disegani, aman sejahtera, dan mulia; serta terus bekerja dan berusaha untuk menyelamatkan manusia dari penjajahan kapitalisme, pembunuhan di balik topeng busuk demokrasi, dan kekejaman yang merupakan sifat asli pendudukan (pal-tahrir.info, 24/3/2011).

Penguasa Kaum Muslim Sadar Waktu Pesta Mereka Sudah Berakhir

Salah satu prestasi terbesar dari revolusi yang berkobar di negeri-negeri Islam, bahwa revolusi itu telah memecahkan penghalang rasa takut umat terhadap para penguasanya, serta para algojonya yang senantiasa merendahkan umat dengan penyiksaan yang kejam dan keji selama beberapa dekade yang lalu. Umat sekarang telah sampai pada keyakinan bahwa para penguasa mereka tidak lebih hanya seekor harimau dari kertas. Sehingga mereka sebenarnya tidak akan pernah memiliki kedudukan dan kekuasaan tanpa keinginan umat, atau setidaknya umat mendiamkannya. Dengan demikian, umat saat ini benar-benar telah menempatkan kakinya di awal jalan yang akan mengembalikan kekuasaannya untuk diberikannya kepada orang yang telah dipilih oleh umat, serta kepada orang yang dipandang oleh umat sebagai orang yang memang pantas dan layak untuk mendapatkannya.
Di sisi lain, para penguasa telah menyadari bahwa mereka bukan Tuhan dan bukan pula Fira’un; serta waktu pesta bagi mereka telah berakhir. Berikut adalah perkataan Raja Arab Saudi dalam sebuah pernyataan yang disampaikan hari Selasa lalu: “Saudara-saudaraku, ada dua kata selama para syaikh hadir, maka ia untuk seluruh rakyat … Dikatakan “raja hati” atau “raja kemanusiaan. Saya berharap kalian membuang panggilan ini dari saya. Sebab raja itu adalah Allah. Sementara kami adalah hamba Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa. Karena itu, saya sangat berharap kalian membuang kata itu dariku.” Semua ini dilakukan, di samping janji tentang perubahan dan penambahan alokasi anggaran keuangan yang dibuatnya, bahwa dengan cara ini mereka mengira para penuntut perubahan akan menjadi rela.
Raja Bahrain dan Yordania, serta penguasa Syria mulai menggigil ketakutan akibat banjir revolusi yang mungkin membuat kepala mereka tersungkur ke dalam lumpur. Bashar Assad mengumumkan kemungkinan pencabutan undang-undang keadaan darurat, dan reformasi politik di negara ini, yaitu setelah seminggu berlangsungnya aksi protes. Sebelumnya, Raja Yordania telah mengumumkan tentang reformasi pemerintah, politik dan keuangan; yang dengan itu berharap dapat menghilangkan ketakutan terhadap para pemberontak. Adapun Raja Bahrain, mendahului kedua penguasa di atas, telah mengumumkan tentang perubahan, pencairan dana dan janji-janji lainnya. Hanya saja, apa yang mereka lakukan ini tidak mampu memuaskan rakyat yang sudah terlanjur membencinya, dan juga membenci pemerintahannya yang berlumuran dosa.
Sedangkan Gaddafi dan Shaleh, maka keduanya sedang menghitung hari-hari mereka berdua yang masih tersisa. Sebab waktu mereka berdua untuk berpesta dan berfoya-foya benar-benar telah berakhir, dan tidak akan pernah kembali.
Meskipun kebanyakan para rezim diktator di dunia Islam didukung oleh Perancis, termasuk rezim-rezim Arab, selama beberapa dekade terakhir. Namun Perancis menyadari bahwa waktu rezim-rezim ini telah berakhir. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Prancis, Alain Juppe dalam pertemuan dengan para wartawan pada hari Kamis, di mana ia mengatakan bahwa gerakan protes di dunia Arab, cepat atau lambat akan menggilas setiap tempat. Ia menambahkan: “Saya yakin bahwa gerakan ini tidak akan mungkin untuk ditekan. Dan tentu saja ada rezim yang bertindak represif sebagai upaya untuk mempertahankan diri. Namun ia tidak akan mampu melakukan itu dalam waktu yang lama. Dan dengan berjalannya waktu, gerakan ini pasti akan menggilasnya. Bahkan saya berharap hal itu terjadi secepat mungkin.”
Dengan demikian, para penguasa benar-benar telah menjadi ketakutan terhadap umat, setelah umat sebelumnya takut terhadap mereka. Dan hal ini merupakan suatu pertanda baik bahwa era penguasa dispotis (jabriyatan) akan segera berakhir,  yang kemudian disusul dengan berdirinya kembali Khilafah Rasyidah dengan manhaj kenabian.
Rasulullah Saw bersabda: “…. Selanjutnya masa penguasa dispotis (jabriyatan) sampai Allah menghendakinya, kemudian Allah mengangkatnya jika Allah menghendakinya. Setelah itu masa Khilafah dengan manhaj kenabian.” (HR. Ahmad).

Seruan Kepada Para Ulama Yaman

Kantor Media Hizbut Tahrir
Wilayah Yaman
No          : H.T.Y 61
Tanggal : 11 Rabiuts Tsani 1432 H/16 Maret 2011 M
Seruan Kepada Para Ulama Yaman
Saudara-saudara para ulama negeri iman dan hikmah
Sungguh Anda memikul amanah yang berat. Amanah itu bagi Anda lebih berat dari orang-orang selain Anda dikarenakan ilmu Anda yang telah membuat Anda istimewa. Allah SWT berfirman:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ
Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS az-Zumar [39]: 9)
Allah SWT berfirman lebih tentang Anda:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. (QS Fathir [35]: 28)
Rasulullah saw bersada:
« اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ اْلأنْبِيَاءِ»
Para ulama adalah pewaris para nabi
Bukankah telah tiba waktu dan kesempatan bagi Anda untuk menampakkan kebenaran dan tidak takut di jalan Allah terhadap celaan orang-orang yang suka mencela, meski hal itu menyebabkan perginya nyawa Anda dan lepasnya ruh Anda. Dan sungguh kesempatan itu telah datang kepada Anda tanpa Anda harus pergi kepadanya? Tidakkan Anda kenakan kain kafan Anda dan pergi untuk mengatakan kalimat al-haq?
Wahai para ulama Yaman, sesungguhnya Ali Abdullah Saleh memerintah dengan selain syariah Allah sebagaimana para penguasa kaum muslim yang lain! Ia telah berbuat terlalu jauh dalam permusuhan kepada Allah dan loyalitas kepada Barat kafir serta masuk dalam dekapan mereka untuk mendapatkan kelembutan dan kerelaan mereka! Ia telah memerangi Allah di bumi-Nya dengan menelantarkan syariah-Nya. Ia ingin agar Anda merestui kejahatan-kejahatannya dan agar Anda ikut berpartisipasi dengan memoles wajah rezimnya yang tercela, tidakkah Anda menelanjanginya? Bukankah telah tiba waktunya bagi Anda untuk membenarkan kebenaran dan mengakhiri kebatilan? Tidak adakah diantara Anda orang seperti Sa’id bin Jubair, Ahmad bin Hanbal, al-‘Iz bin Abdussalam dan lainnya diantara mereka yang memiliki keutamaan dan keteladanan dalam mengatakan kebenaran? Tidakkan Anda mencari keridhaan Allah sehingga Anda menjadi tokoh kebenaran, tidak takut di jalan Allah terhadap celaan orang-orang yang suka mencela?
Wahai para ulama Yaman, sungguh Anda mengetahui bahwa Ali Abdullah Saleh telah berbuat jahat dalam hak kaum Muslim di Yaman sepanjang masa pemerintahannya. Ia tidak mendekati seorang ulama pun kecuali untuk mengeluarkannya dari jurang tempat dia terjerembab. Seperti seruannya kepada Anda untuk menghadapi Front Nasional di daerah-daerah pusat dan seruannya kepada Anda untuk menjadi prajurit mendukungnya dalam krisis melawan sekutunya di pemerintahan ketika itu, Partai Sosialis, sebelum perang pada musim panas 1994. Juga seruannya kepada Anda pada akhir bulan Ramadhan 1431 H dalam krisis dialog dengan Joint Meeting Party. Kemudian setelah itu ia kembali ke jalan sebelumnya dalam mengeliminasi Anda. Jika tidak, lalu dimana posisi Anda setelah semua seruannya kepada Anda dahulu? Kenapa dia tidak menjadikan Islam selalu sebagai rujukan untuk seluruh permasalahan politik, ekonomi, sosial dan lainnya? Kenapa dia tidak menyeru Anda dalam krisis ekonominya dan sebaliknya justru menyeru Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) dan pasrah kepada apa yang dipaksakan kepadanya, padahal di dalamnya terdapat kehancuran bagi negeri ini dan warganya? Kemudian kenapa Anda masih menunggu seruannya lalu Anda pergi kepadanya dan sebaliknya dia tidak datang kepada Anda seperti penguasa dahulu yang datang mengetuk pintu ulama, dimana dia melakukan itu sebagai bentuk penghinaan terhadap ilmu yang Anda usung? Dan kenapa Anda tidak bersegera menasihatinya dan menyatakan kebenaran di hadapannya tanpa mempedulikan apakah dia menerima atau menolak apa yang Anda katakan?
Wahai para ulama Yaman, sungguh masyarakat rindu untuk melihat para ulama meneriakkan kebenaran yang telah diperitahkan Allah untuk ditampakkan dan tidak ditutupi, sehingga masyarakat tidak akan menyalahi kebenaran itu karena mereka melihatnya dengan jelas!
Problem hari ini yang diserukan Ali Abdullah Saleh untuk diselesaikan setelah kerusakan pemerintahan tampak jelas bagi masayrakat awam, adalah problem yang sederhana dan mudah diselesaikan bagi orang yang bertakwa. Solusinya adalah Anda tampakkan hujjah terhadapnya dan kepada orang-orang yang bersaing dengannya memperebutkan kekuasaan hari ini. Hal itu dengan jalan menghilangkan kezaliman dari tengkuk masyarakat, mengangkat seorang Khalifah bagi kaum muslim dan membaiatnya dengan ketentuan untuk memerintah dengan Islam seperti yang telah dijelaskan dan diperintahkan Allah. Lalu Khalifah menegakkan keadilan, menindak orang zalim dan menolong orang yang dizalimi serta memberikan kepada setiap orang haknya … Sungguh Yaman terus memiliki kesempatan untuk menempuh jalan kemuliaan penegakan Daulah Khilafah Rasyidah kedua yang akan memimpin seluruh muka bumi ini dengan izin Allah SWT. Dan kami menegaskan bahwa Yaman mampu melakukan hal itu. Rasulullah saw telah memberi berita gembira bahwa Khilafah Rasyidah yang kedua itu akan tegak kembali. Dan dia sudah dekat untuk muncul tidak lama lagi, insya’allah. Maka jadilah Anda seperti para pendahulu Anda diantara kaum Anshar yang memenuhi seruan Rasulullah saw yang meneyru mereka untuk menolong agama Allah dan memenangkannya.
Wahai para ulama Yaman, tidak diragukan lagi bahwa warga Yaman mempercayai Anda dan menunggu Anda mengatakan kalimat kebenaran. Adapun Ali Abdullah Saleh maka ia menghadap Anda karena menginginkan Anda untuk menyelamatkannya dari kondisi kritis dikarenakan loyalitasnya kepada Barat dan pengabaiannya atas kitabullah. Maka jangan sampai Anda menjadi partnernya dalam kejahatan-kejahatannya dengan sikap diam Anda di masa lalu dan dukungan Anda hari ini!
Wahai para ulama Yaman, Anda orang yang lebih mengetahui kebaikan. Maka jadilah orang terdepan yang meneriakkan kebenaran. Pimpinlah gelombang manusia di jalan-jalan dan rumah-rumah kepada penerapan syariah Allah dan mencampakkan sistem kufur sejak akarnya dan jangan terima perubahan sekadar pribadi saja setelah perlawanan ini dan setelah pengorbanan besar itu sehingga persis firman Allah SWT:
وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali (QS an-Nahl [16]: 92)
Lebih penting dari itu adalah bahwa masyarakat tidak punya kepemimpinan yang membuat Allah ridha. Maka jika Anda memimpin kepada penerapan syariah Allah niscaya Anda memiliki sifat pelopor dan mendapat keridhaan Allah Yang Maha Besar. Jika Anda tidak melakukannya maka kekacauan dan kerusakan akan menyebar luas. Dan ada kemurkaan dan kemarahan dari Allah yang Maha Besar dan tempat berlindung hanya kepada Allah! Dan pada saat itu maka penyesalan dan kesedihan tiada berguna!
Kami di Hizbut Tahrir tidak mengatakan ini kepada Anda dari balik tabir. Tetapi kami katakan itu terus menerus dan kami arahkan kepada para penguasa dan kami berjuang untuk melanjutkan kehidupan islami dengan tegaknya Daulah Khilafah Rasyidah yang telah diberitakan kabar gembiranya kepada kita oleh Rasulullah saw. Dinyatakan di dalam Musnad imam Ahmad bahwa Rasulullah saw bersabda:
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
“Masa kenabian ada di tengah-tengah kalian dan dengan izin Allah akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasan yang zalim dan dengan izin Allah akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan dan dengan izin Allah akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam
Sekarang kaum kafir melihatnya dengan mata mereka sendiri dan mereka memperingatkannya dan mengawatirkan berdirinya. Sementara kami juga melihatnya sangat jelas dan kami berjuang siang malam untuk merealisasikannya, dan Allah sajalah penolong kita dan tidak ada penolong bagi mereka kaum kafir.
Memberi nasihat adalah wajib bagi Anda sebagaimana wajib bagi para pemimpin kaum Muslim dan kaum Muslim secara umum. Maka wahai “garam bumi” katakanlah kalimat kebenaran dan jangan Anda cenderung kepada orang-orang zalim sehingga Anda disentuh oleh api neraka.
وَلاَ تَرْكَنُواْ إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ
Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka (QS Hud [11]: 113)
Hizbut Tahrir menyeru Anda untuk membebaskan diri Anda dari dosa berdiam terhadap penguasa jahat dan keantekan mereka kepada Barat kafir dan peperangan mereka terhadap agama Allah secara terang-terangan dan terbuka. Sebagaimana Hizbut Tahrir menyeru Anda untuk berjuang bersamanya berdampingan untuk mengembalikan agama Allah ke tampuk pemerintahan melalui tegaknya Khilafah. Dan kami bersegera mengontak Anda maka bersegeralah untuk memenuhinya dan berjuang bersama kami untuk menolong agama Allah. Perjuangan sebelum datangnya pertolongan lebih agung dan lebih besar dari perjuanagn setelah datangnya pertolongan meski bagi masing-masing terdapat kebaikan.
Ya Allah kami telah menyampaikan maka saksikanlah
هَـذَا بَلاَغٌ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُواْ بِهِ وَلِيَعْلَمُواْ أَنَّمَا هُوَ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ



Ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (QS Ibrahim [14]: 52)


Kantor Media Hizbut Tahrir
Wilayah Yaman

Wahai Tentara Yaman! Realisasikan Berita Gembira Rasulullah

بسم الله الرحمن الرحيم
Wahai Tentara Yaman!
Realisasikan Berita Gembira Rasulullah saw dengan Menghapus Pemerintahan Diktator dan Dirikan Daulah Khilafah Rasyidah Kedua
Apa yang diderita kaum Muslim baik kerusakan, kemiskinan, kezaliman, pertumpahan darah … adalah hasil dari penjajah dengan dua wajahnya (penguasa dan oposisi). Keduanya bersekutu dalam berbagai bencana dan krisis yang menimpa kaum Muslim, yang asalnya adalah pemerintahan dengan selain apa yang telah diturunkan oleh Allah. Pembunuhan masyarakat di jalan-jalan oleh rezim yang terjadi hari ini, seperti yang terjadi di Shanaa, Aden dan lainnya, tidak lain disebabkan representasi yang disetujui oleh oposisi di dalam sistem kapitalisme.
Apa yang terjadi di Tunisia dan yang menyebabkan masyarakat di luar Tunusia menangis; terulangnya kembali di Mesir dan juga membuat masyarakat di luar Mesir menangis, demikian pula kondisi di Yaman … Semuanya itu membuktikan satu hal, bahwa penderitaan umat Islam adalah satu dan perhatiannya juga satu.
Umat Islam hari ini meneriakkan slogan yang satu untuk menghapus, bukan hanya satu penguasa di suatu negeri, tetapi yang dibicarakan umat adalah penghapusan seluruh penguasa dan merubah rezim-rezim di seluruh negeri Islam. Sebab rezim-rezim itu telah terlalu jauh dari Islam dan meracuni bangsanya dengan siksa yang sangat pedih. Rezim-rezim itu saling tolong menolong diatara mereka dalam melakukan hal itu. Jika tidak, lalu apa arti pemberian gas beracun oleh rezim Mesir yang ditembakkan ke arah demonstran di Shanaa?! Dan apa arti pengiriman delegasi oleh Ali Abdullah Saleh ke Libya di tengah perang yang dilancarkan Qaddafi terhadap anak-anak bangsa Libya muslim dengan pesawat tempur, artileri, dan peluncur rudal; yang diarahkan untuk menggempur kota dan desa di Libya, dan seruan Qaddafi tentang pembumihangusan kaum Musim dan pembersihan Libya (rumah demi rumah, gang demi gang dan jengkal demi jengkal)?! Sama seperti mereka, Abdullah bin Abdul Aziz yang mengirimkan kekuatan militernya untuk membungkam masyarakat di Bahrain, dan pengiriman kapal dengan membawa persenjataan dan logistik ke Aden untuk membungkam para demonstran di sana. Aapa artinya itu semua?! Sungguh hal itu menunjukkan bahwa para penguasa itu, perhatian mereka satu dan aksi mereka juga satu, yaitu membelenggu dan membunuh umat Islam.
Sesungguhnya umat Islam ini tidak akan tenang kondisinya dan tidak akan hilang berbagai kejadian dan bencana yang menimpanya, kecuali dengan menghapus para penguasa pandir (ruwaibidhah) dan menegakkan daulah Khilafah Rasyidah kedua yang telah diberitakan kabar gembiranya oleh Rasululalh saw. Khilafah Rasyidah kedua yang kedatangannya tinggal sepenglihatan mata dan selemparan batu. Khilafah Rasyidah kedua yang ingin ditunda dan dijauhkan oleh kaum kafir.
Wahai orang-orang di dalam kekuatan bersenjata di Yaman: Hizbut Tahrir mengatakan kepada Anda bahwa waktu penegakan Daulah Khilafah telah tiba. Ini adalah waktu menghapus kezaliman dan mencampakkan dosa dari umat Islam yang diam selama 87 tahun sejak negaranya dihancurkan dan kaum kafir menguasai mereka dan kekayaan mereka.
Wahai para perwira dan tentara di militer Yaman: apakah belum cukup pembantaian terhadap kaum Muslim di seluruh penjuru bumi, sehingga Anda menghentikan tragedi itu?! Tidakkah semestinya anda berhambur untuk menolong Islam dan pemeluknya?! Sesungguhnya peran militer kaum Muslim tidak lain adalah membela umat dan menyebarkan Islam dengan jihad.
Wahai militer di bumi Yaman: sesungguhnya Hizbut Tahrir mengingatkan Anda bahwa pergerakan Anda menentang masyarakat menciptakan justifikasi bagi intervensi Barat secara militer seperti yang terjadi di Libya dan bahwa dosa hal itu akan menimpa Anda. Hizbut Tahrir mengingatkan Anda bahwa bergabungnya para komandan militer di lapangan penjagaan tidak dan tidak akan bermanfaat. Tidak perlu diulangi eksperimen di Mesir dengan membentuk Dewan Militer Agung setelah lengsernya rezim, sebab itu hanya untuk mengganti personel saja. Tugasnya adalah menjaga kelangsungan negeri tersebut di bawah pengaruh Barat kafir.
Sesungguhnya Hizbut Tahrir menyeru Anda untuk menjadi pelopor dan tidak lemah, meraih kesuksesan dengan kemuliaan agung yang akan ditulis dengan huruf-huruf dari cahaya di dunia dan ganjaran yang agung di akhirat. Tumbangkan Ali Abdullah Saleh beserta rezimnya dan dirikan Khilafah, baiatlah seorang Khalifah untuk kaum Muslim yang memerintah dengan Islam dan menyatukan negeri-negeri kaum Muslim seluruhnya di bawah panji yang satu. Berita gembira Rasulullah saw bergema di langit. Rasulullah saw bersabda:
«تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ»
“Masa kenabian ada di tengah-tengah kalian dan dengan izin Allah akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasan yang zalim dan dengan izin Allah akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan dan dengan izin Allah akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam
Ini adalah peringatan kami untuk Anda dan seruan kami kepada Anda. Ini adalah kesempatan Anda, apakah Anda akan memanfaatkannya atau tidak?
Ya Allah kami telah menyampaikan maka saksikanlah.

GERAKAN ISLAM:Serampangan, Mengaitkan Bom Buku dengan Khilafah


BANDAR LAMPUNG (Lampost): DPD Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Lampung menilai aneh dan serampangan tuduhan yang mengaitkan bom buku dengan khilafah.
“Mengaitkan bom buku dengan upaya penegakan khilafah merupakan cara
konyol untuk mendiskreditkan gerakan khilafah,” kata Humas DPD HTI Lampung Akhiril Fajri, Minggu (26-3).
Pernyataan ini sehubungan ucapan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris Ansyaad Mbai yang mengatakan target dari bom buku ini adalah para penghalang khilafah di Jakarta pekan lalu.
Menurut dia, tuduhan ini sangat serampangan. Sebab, sampai sekarang, tidak ada bukti apa pun kecuali barang paket dan bom yang memang ada yang terbukti. Tapi beberapa lainnya juga tidak terbukti bom.
“Tapi mengapa kok buru-buru dialamatkan kepada apa yang disebut Islam radikal,” katanya.
Cara konyol itu, katanya, dilakukan lantaran tidak satu jalan pun yang dapat digunakan mereka untuk melawan atau membuktikan baik secara intelektual, rasional, emosional, maupun secara legal yang dapat mematahkan arus dukungan terhadap penegakan khilafah.
Secara legal, berdakwah untuk menyadarkan kaum muslim agar kembali menegakkan khilafah merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi atau UU.
Secara emosional, khilafah justru dekat dengan emosi umat Islam yang saat ini merasa tertindas, lemah, tidak mampu menghadapi berbagai tantangan yang menghadang datang dari musuh Islam, kecuali bersatu dalam satu komando seorang khalifah.
“Secara rasional, apalagi yang bisa ditempuh umat Islam untuk menghadapi begitu banyak problem kecuali kembali kepada syariat dan khilafah?” ujarnya.
sedangkan secara intelektual, ini adalah gagasan yang mempunyai basis teori yang sangat kokoh baik secara teologi, maupun secara historis. Dia menegaskan sebagai pengusung konsep khilafah, HTI tidak pernah menggunakan jalan kekerasan di dalam menyampaikan penyadaran ini.
“Sekali lagi, mereka sangat kesulitan untuk membendung berkembangnya gagasan yang semakin hari semakin diterima masyarakat,” katanya.
Hal itu setidaknya dibuktikan dari berbagai survei yang dilakukan lembaga riset nasional, baik yang netral maupun yang jelas-jelas berkiblat pada paham sekuler, seperti Setara Institute beberapa bulan lalu. RLS/D-2

HTI: Amerika Memburu Ladang Minyak Libya

Serangan Amerika Cs ke Libya ditengarai bukan untuk intervensi kemanusian. Amerika berikut sekutunya sekedar ingin menguasai minyak dalam perut bumi Libya.
“Mereka (negara-negar barat) menyerang bukan atas nama kemanusiaan, tapi ada minyak disitu,” kata Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Farid Wasdi saat melakukan aksi di Bundaran HI, Senin (28/3/2011).
Namun demikian, sikap tersebut tidak justru membawa HTI untuk menyokong pemerintahan Libya yang diduduki Kolonel Moamar Khadafy. HTI malah mendukung Khadafy lengser karena selama berkuasa kerap menggunakan tangan besinya. Khadafy telah banyak melakukan kekerasan terhadap aktivis Islam di Libya.
Bukan hanya itu, Khadafy juga banyak melayani dunia barat dengan menjual minyak Libya. Padahal, banyak rakyat Libya yang hidup menderita.
Farid menambahkan, diriny hanya menyayangkan sikap para penguasa Arab, termasuk seluruh penguasa di negeri Islam, yang enggan menolong Libya dari bombardir jet-jet AS berikut sekutu.
“Selain mendukung penggulingan Khadafy, dan menolak intervesi Amerika dan sekutu, kita juga menyerukan kepada seluruh dunia Islam untuk menegakkan Khilafah Islam,” imbuhnya. (tribunnews.com, 28/3/2011)

Muslim Perancis: Islam Bukan Alat Politik

Persatuan Organisasi Islam di Perancis menyerukan untuk tidak menggunakan Islam sebagai alat politik dalam kaitannya dengan perdebatan yang diinginkan oleh partai yang berkuasa, “Partai Persatuan untuk Rakyat (UMP)”, yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 5 April mendatang, seputar sekularisme.
Ketua Persatuan Organisasi Islam di Perancis, Fuad Alawi mengatakan bahwa lembaganya tidak berkeberatan ide dasar tentang penyelenggaraan perdebatan mengenai posisi Islam di Perancis. Namun, saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengadakan debat seperti ini. Sebab hal ini harus steril dari kepentingan politik dan pemilihan mendatang. Dengan demikian, Islam di Perancis tidak dieksploitasi sebagai alat politik atau kepentingan lainnya.
Alawi mengatakan bahwa Persatuan Organisasi Islam di Perancis telah menyampaikan kepada sekretaris jenderal partai yang berkuasa, Jean-Francois Cope tentang kegelisahan yang semakin meningkat yang dirasakan oleh kaum Muslim di Perancis dalam menghadapi tekanan besar di tengah-tengah iklim politik dan sosial yang sekarang sedang mewarnai negara ini.
Para perwakilan organisasi Islam di Perancis memperingatkan bahwa debat yang ingin diaadakan oleh partai yang berkuasa di Perancis seputar sekulerisme akan merugikan Islam dan kaum Muslim di Perancis (moheet.com, 31/3/2011).

Bukan Ini Keinginan Rakyat Mesir dan Palestina

Sejumlah pejabat keamanan Yahudi mengunjungi Kairo pada beberapa hari terakhir. Juga, utusan khusus entitas Yahudi telah tiba di Kairo untuk mengadakan pembicaraan dan konsultasi dengan para pejabat Mesir. Menurut kantor berita Ma’an bahwa telah berlangsung pembahasan mengenai masalah keamanan yang terkait dengan Gaza, perbatasan dan masalah-masalah lainnya. Kunjungan-kunjungan ini bertepatan dengan kunjungan delegasi Hamas ke Mesir, yang juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mesir.
Kunjungan-kunjungan ini dilakukan tidak lama setelah eskalasi pembunuhan yang dilakukan oleh entitas Yahudi di Gaza, dan ancaman yang terus-menerus dilakukan Yahudi dengan melancarkan perang baru di Gaza; serta setelah pernyataan yang dikutip oleh berbagai media bahwa Menteri Luar Negeri baru Mesir, Nabil Al-Arab yang telah memperingatkan Yahudi dari melakukan operasi militer terhadap Gaza.
Kunjungan-kunjungan yang dilakukan oleh para pemimpin Yahudi ke Kairo ini menunjukkan bahwa peran rezim Mesir dan sikapnya terhadap entitas Yahudi masih seperti sebelumnya. Rezim Mesir di era mantan presiden yang digulingkan, maka perannya-sangat jelas-yang berkisar antara peran mediator yang condong terhadap Yahudi, atau mediator antara pihak yang berkonflik di natara rakyat Palestina terhadap otoritas yang tidak memiliki kedaulatan. Sementara posisi sebenarnya, bahwa Mesir itu adalah alat dan broker bagi pengaruh AS di kawasan Timur Tengah.
Sayangnya, kunjungan-kunjungan yang masih berkelanjutan ini menunjukkan bahwa sikap Mesir saat ini dan politik luar negerinya belum juga berubah, misalnya gas Mesir masih mengalir ke entitas Yahudi, sekalipun rezim baru mencoba memolesnya dengan mengatakan akan meninjau kembali harga gas yang diekspor!! Dan kesepakatan Camp David pun masih berdiri kokoh di atas akarnya!!.
Sekalipun ada peringatan dari Menteri Luar Negeri Mesir kepada Yahudi jika melancarkan perang di Gaza, namun yang diharapkan bahwa Mesir mengusir para selegasi keamanan Yahudi dari Kairo, membatalkan kesepakatan pengkhianatan “Camp David”, dan menggerakkan tentara Mesir untuk menyelamatkan Gaza dan Palestina. Solusi yang akan memecahkan masalah Gaza dan Palestina adalah sebuah deklarasi perang, bukan sekedar membuat pernyataan yang tidak sesuai kenyataan. Sehingga, hubungan dengan mereka para pejajah negeri kaum Muslim bukam di lorong politik, pembicaraan, dan para delegasi keamanan, melainkan hubungan untuk mengamputasi dan membasmi kezaliman dan nafsu perang mereka.
Dengan demikian, kewajiban para penguasa baru Mesir dan tentaranya adalah melakukan tindakan yang menyebabkan ridha Allah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Lalu, sambutlah aspirasi rakyat Mesir yang menginginkan perubahan.
Para penguasa di Mesir yang masih berkuasa setelah amandemen konstitusi Mesir pasal kedua yang menetapkan bahwa agama negara adalah Islam, maka mereka dituntut untuk bersikap dengan bersandarkan pada ideologi Islam yang agung.
Apakah sesuai Islam, sikap tentara Mesir yang berpangku tangan dengan apa yang terjadi di Gaza tanpa memberikan pertolongan terhadap kaum Muslim? Apakah sesuai Islam bahwa para pemimpin Yahudi dan para delegasi mereka dibiarkan berduyun-duyun ke Mesir? Dan apakah dibenarkan Islam bahwa peran Mesir adalah melayani agenda-agenda AS dan mediasi antara entitas Yahudi dengan otoritas?
Sesungguh, salah satu alasan pemberontakan melawan rezim “Mubarak” adalah karena rezim ini telah merendahkan rakyat Palestina dan warga Gaza khususnya. Jadi, mengapa para penguasa baru di Mesir tidak merespon aspirasi dan tuntutan massa agar membantu Gaza dan Palestina, dan membebaskannya?.
Dengan demikian, para pemberontakan di Mesir wajib untuk melanjutkan pemberontakan mereka sampai terjadi perubahan yang seutuhnya; perubahan yang tidak meninggalkan sisa-sisa rezim sedikit pun kecuali mencabutnya; dan tidak cukup hanya dengan perubahan tambal sulam dan asesoris semata, melainkan perubahan yang mengakhiri hingga ke akar-akarnya rezim yang telah memperbudak umat dan banyak melakukan pengkhianatan; kemudian mendirikan Khilafah di atas puing-puing reruntuhannya, sehingga dengan ini perubahan yang nyata dan radikal benar-benar terwujudkan. Dan untuk tujuan inilah, seharusnya orang-orang ikhlas berkativitas (pal-tahrir.info, 31/3/2011).

Diam-diam Obama Setuju untuk Mempersenjatai Pemberontak Libya

Para pejabat pemerintah mengungkapkan bahwa Presiden AS, Barack Obama menandatangani perintah rahasia yang mengizinkan pemberian senjata untuk para pemberontak Libya yang berusaha menggulingkan Kolonel Muammar Gaddafi. Terkait persoalan ini, Menteri Luar Negeri Rusia berkata bahwa negara manapun tidak berhak untuk mempersenjatai para pemberontak di Libya. Dan dikatakan pula bahwa Obama mengizinkan operasi rahasia untuk CIA, menurut kantor beruta “Reuters”.
Juru bicara Gedung Putih J. Carney mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Saya tidak akan berkomentar mengenai masalah-masalah intelijen.” Ia menambahkan: “Saya akan mengulang apa yang dikatakan Presiden kemarin bahwa beliau tidak mengambil keputusan apapun terkait penyediaan senjata untuk oposisi atau kelompok manapun di Libya.”
Obama mengatakan dalam wawancara televisi pada hari Selasa: “Tujuan akhir dari serangan pasukan koalisi adalah untuk membuat Gaddafi “lengser dari kekuasaan.” Dikatakan bahwa yang akan dilakukan tidak hanya membuat “tekanan militer” saja, melainkan dengan berbagai cara lainnya.
Obama menambahkan bahwa AS tidak akan mengesampingkan penyediaan pasokan bagi oposisi bersenjata di Libya yang sudah terlatih militer.
Pernyataan itu disampaikan di tengah perselisihan internasional terkait masalah mempersenjatai pemberontak di Libya.  Perdana Menteri Inggris, David Cameron pada hari Rabu mengatakan bahwa negaranya bukan tidak menyediakan pasokan senjata untuk para oposisi Libya. Namun, masih belum mengambil keputusan untuk melakukannya.
Ia mengatakan dalam pidatonya di depan parlemen: “Larangan senjata berlaku untuk semua wilayah di Libya. Namuan pada saat yang sama, Resolusi Dewan Keamanan PBB 1973 mengizinkan untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna melindungi warga sipil dan penduduk setempat.”
Adapun Perancis, maka ia telah mengisyaratkan kemungkinan untuk mempersenjatai para pemberontak. Menteri Luar Negeri Perancis, Alain Juppe berkata: “Negaranya siap untuk mendiskusikan masalah ini dengan mitra-mitranya dalam koalisi internasional.”
Ia menambahkan dalam sebuah konferensi pers: “Saya ingin mengingatkan kalian bahwa ini bukan bagian dari Resolusi Dewan Keamanan PBB 1970 dan 1973, di mana saat ini Perancis berpegang teguh dengannya. Akan tetapi kami terbuka untuk mendiskusikan masalah mempersenjatai pemberontak Libya dengan para mitra kami.”
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan: “Negara manapun tidak berhak untuk mempersenjatai para pemberontak di Libya, sesuai mandat yang disahkan oleh Dewan Keamanan.
Lavrov menambahkan pada konferensi pers setelah pembicaraan dengan mitra Austria-nya: “Belum lama ini, Menteri Luar Negeri Perancis mengatakan bahwa Paris siap untuk mendiskusikan masalah pasokan senjata kepada oposisi Libya dengan para mitranya di koalisi.”
“Sekretaris Jenderal NATO, Anders Rasmussen segera menanggapi bahwa operasi di Libya bertujuan untuk melindungi warga, dan bukan untuk mempersenjatai mereka. Dalam hal ini, kami sepenuhnya sepakat dengan Rasmussen,” katanya.
Di Beijing, Presiden Cina Hu Jintao mengatakan kepada rekan Perancis-nya Nicolas Sarkozy, yang mengunjungi negaranya kemarin bahwa “Krisis di Libya dapat diselesaikan hanya melalui dialog saja, bukan kekuatan.”
“Sejarah telah menunjukkan berulang kali bahwa penggunaan kekuatan bukan merupakan solusi terhadap berbagai masalah. Sebaliknya dialog dan cara-cara damai itulah yang merupakan solusi terhadap berbgai masalah,” katanya (islamtoday.net, 31/3/2011).

Jalan ke Depan Bagi Kaum Muslim Bukanlah Berpartisipasi dalam Pemilu dan Sistem Politik Sekuler


بسم الله الرحمن الرحيم
Jalan ke Depan Bagi Kaum Muslim Bukanlah Berpartisipasi
dalam Pemilu dan Sistem Politik Sekuler
Jalan ke Depan Itu adalah dengan Membangun Sistem Politik yang Independen dan Unik
Pemilu provinsi New South Wales akan dilangsungkan pada 26 Maret 2011. Seperti keadaan dalam kampanye sebelum-sebelumnya, kami melihat partai-partai berusaha meraih suara komunitas Muslim.
Dua kubu politisi baik dari partai Buruh maupun partai Liberal seperti juga partai-partai lainnya, keduanya berlomba-lomba sejak jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan pemilu untuk menyerang Islam dan kaum Muslim. Kedua kubu itu mendukung dan menempuh politik dalam dan luar negeri yang menentang Islam dan kaum Muslim. Dan hari ini kita menyaksikan dalam kampanye pemilu, keduanya berupaya mengeksploitasi kaum Muslim untuk mengembalikan atau menjaga kekuasaan agar tetap ditangannya, maka keduanya menampakkan diri seolah-olah teman dekat kita!
Ada suara-suara di tengah komunitas Muslim yang mendukung untuk barpartisipasi memberikan suara dalam pemilu dengan anggapan hal itu sebagai kunci jalan ke depan. Suara-suara itu bisa dinilai sebagai suara-suara yang tulus dalam mendukung apa yang mereka anggap terbaik bagi komunitas Muslim. Kesungguhan dan ketulusan mereka layak mendapat apresiasi. Hanya saja analisis yang mereka sodorkan dalam mendukung partisipasi di dalam pemilu tidak komprehensif dan tidak dibangun di atas dasar yang selamat.
Dalam mengkaji masalah pemungutan suara dan partisipasi politik dalam sistem demokrasi sekuler, pertama-tama kita harus memperhatikan hukum syara’ dalam masalah tersebut. Baru kemudian diputuskan politik yang tepat terkait pemungutan suara itu.
Berkaitan dengan hukum syara’, maka sistem pemerintahan demokrasi sekuler adalah sistem kufur dan tidak islami. Karena itu, berpartisipasi di dalam pemerintahan atau legislasi di dalam sistem tersebut adalah haram. Sebab itu artinya berpartisipasi dalam pemerintahan yang menyalahi apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT di dalam ayat yang mulia:
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (QS al-Maidah [5]: 45)
Dan puluhan ayat lainnya yang mewajibkan untuk memutuskan hukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah SWT dan mengharamkan untuk memutuskan hukum dengan selainnya.
Adapun terkait dengan pemungutan suara (voting), maka itu merupakan aktifitas memilih antara dua perkara atau lebih sehingga itu merupakan uslub yang mubah. Akan tetapi jika uslub tersebut dikaitkan dengan perbuatan yang haram maka aktifitas voting itu menjadi haram karenanya. Misalnya, seandainya voting itu untuk memilih antara orang yang ingin mendukung rumah sakit atau mendukung jalan maka itu mubah. Sementara andai pemungutan suara itu terkait pemilihan antara orang yang menetapkan homoseksualitas dengan orang yang menyerukan diundangkannya homoseksualitas maka voting itu menjadi haram sebab kedua perkara itu adalah haram. Dan karena fakta voting dalam pemilu parlemen dalam sistem politik kapitalisme sekuler adalah untuk memilih orang yang melakukan legislasi hukum (menetapkan hukum) berlandasarkan selain Islam, dan itu adalah perkara yang haram secara syar’i, maka pemungutan suara atas hal itu merupakan perkara yang haram.
Adalah keliru dan rancu pendapat yang mengatakan bahwa kita wajib berpartisipasi di dalam pemilu supaya kita bisa meraih beberapa capaian dan kepentingan. Sebab kepentingan yang hakiki bagi kaum Musim tidak lain ada dalam komitmen berpegang dengan hukum-hukum syara’. Sebagaimana bahwa meraih hak-hak warga negara tidak mengharuskan pemberian suara terhadap partai ini atau itu, seperti yang kita lihat.
Kita tidak boleh mensifati tidak berpartisipasi dalam pemilu sebagai isolasionisme seperti yang digambarkan dalam propaganda yang berlawanan. Sebab demokrasi sekuler tidak memiliki hak mewajibkan jenis tertentu pelaksanaan aktifitas politik. Dan tidak memberikan suara memiliki konotasi di dunia politik.
Ucapan kita memboikot pemilu sama sekali tidak berarti isolasi. Tetapi hal itu wajib mendorong kita ke arah penciptaan komunitas yang kuat dan bersatu yang memiliki kemandirian dan mampu berinteraksi secara positif. Dan dalam semua itu bersandar kepada ideologi islamnya dan dengan itu komunitas tersebut akan menjadi contoh di masyarakat.
Urgensitas persatuan komunitas Islam merupakan masalah yang vital. Sebab itu berarti kekuatan kita secara intelektual, ekonomi dan politik. Seruan untuk berasimilasi dan memberikan suara ke partai sekuler itu tidak lain berarti menghancurkan persatuan komunitas, memecahbelahnya dan mendistribusikannya diantara partai Buruh dan partai Liberal atau partai hijau atau lainnya. Akibatnya adalah terjadi pergolakan diantara anak-anak satu komunitas.
Kemandirian komunitas dan lembaga-lembaganya juga merupakan masalah yang vital. Kemandirian ini biasanya akan melemah ketika kita bersandar kepada pendanaan pemerintah. Hal itu karena dalam mayoritas kondisi, pendanaan dikaitkan dengan syarat-syarat tertentu yang membuat penerima dana tersandera dan terikat dengan pemerintah. Itu menjadikan mereka menghindari kritik kepada pemerintah hingga dalam masalah-masalah yang dituntut untuk angkat suara. Hal yang sama juga berlaku terhadap partispasi politik di dalam sistem. Sebab setiapkali seseorang atau lembaga terlibat di dalam sistem maka setiap kali itu pula dia menjadi lebih tersandera oleh sistem. Dan merekalah yang menetapkan syarat-syarat partisipasi dan bekerja untuk menjamin tidak berlanjutnya partisipasi orang yang tidak berpegang dengan poit-point yang mereka tetapkan.
Adapun terkait dengan pertanyaan penting seputar kemampuan kita untuk membangun masjid membuka islamic center baru dan sekolah-sekolah, penyediaan bantuan, makanan halal, pendanaan dan sebagainya tanpa berpartisipasi di dalam pemilu, maka kita harus paham bahwa sebagian besar kebutuhan-kebutuhan itu adalah bagian dari hak-hak kita sebagai warga negara, dan tidak ada sesuatupun yang mengharuskan kita mengganggapnya sebagai pemberian, kebaikan dan bantuan mereka kepada kita. Partisipasi politik bukan syarat bagi masyarakat untuk mendapatkan hak-hak mereka. Faktanya bahwa sebagian besar masyarakat di negara-negara barat tidak memilih dan mengambil sikap negatif terhadap kebanyakan sistem politik. Meski begitu mereka tidak kehilangan hak-hak dasar mereka sebagai warga negara. Sedangkan terkait dengan tuntutan-tuntutan yang tidak termasuk hak-hak dasar, maka bisa direalisasi sebagai proyek swasta yang didanai oleh komunitas. Dan catatan sejarah kita dalam masalah ini mengatakan hal yang sama. Komunitas ini berhasil mendirikan sejumlah masjid, sekolah, pusat-pusat keislaman dan proyek-proyek penyediaan makanan halal bersandar pada kontribusi anak-anak komunitas dan upaya mereka yang tidak pernah pudar, dan tanpa bantuan pemerintah dalam kebanyakan kondisinya.
Hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mewujudkan komunitas mandiri dan kuat adalah adanya laki-laki, perempuan dan para pemuda yang mendedikasikan diri dengan keikhlasan, ketekunan dan komitmen kepada prinsip-prinsip. Ketika itu kita bisa berjalan ke depan untuk menghadapi setiap permasalahan mendasar kita, baik pada tingkat luar negeri untuk menolong problem umat kita atau dalam negeri semisal penggambaran yang buruk bagi kaum muslim di tingkat lokal (nasional), atau menjaga anak-anak dan generasi masa depan dari kerusakan lingkungan peradaban barat dimana kita hidup.
Terkait dengan keperluan-keperluan lokal, maka wajib diwujudkan lembaga-lembaga mandiri yang bekerja menghasilkan priadi-pribadi islami yang kuat, melawan propaganda-propaganda menyerang Islam serta melaksanakan penyampaian dakwah Islam kepada masyarakat seluruhnya dan dalam skala seluas-luasnya. Kajian sekilas terhadap sekitar kita mengungkapkan adanya masyarakat yang mengalami berbagai masalah, yang didominasi oleh ketidakpuasan terhadap kondisi-kondisi kemasyarakatan dalam skala yang luas. Karena itu kaum Muslim wajib menjadi pihak yang menerangi di masyarakat dan menjadi rambu-rambu yang menarik orang-orang Australia yang tulus dan terbuka pikirannya diantara orang-orang yang mengharapkan kehidupan yang tenteram dan solusi hakiki terhadap berbagai permasalahan. Hal itu tidak akan terwujud kecuali ketika kita menjadi contoh yang bisa diteladani dan kita mengemban dakwah Islam melalui ucapan dan perbuatan dalam skala yang seluas-luasnya.
Pencapaian beberapa perolehan yang kecil nilainya, yang mungkin kita dapatkan dari partisipasi di jalan politik sekuler itu, tidak lain kita peroleh dengan mengorbankan sebagian dari kadar keimanan kita dan merusak kemurnian Islam kita dengan keterlibatan kita dalam pelaksanaan sistem politik rusak dan partai-partai politik yang rusak. Bukan hanya itu, bahkan sebagian mereka bertanggungjawab langsung atas tumpahnya darah saudara-saudara kita di luar negeri.
وَلاَ تَرْكَنُواْ إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاء ثُمَّ لاَ تُنصَرُونَ
Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. (QS Hud [11]: 113)
Sesungguhnya Islam memiliki manhaj sendiri yang spesifik dalam aktifitas politik di mana akidah dijadikan sebagai asasnya. Rasulullah saw ketika bersama para sahabat beliau di Makkah yang masih berjumlah sedikit, mereka diserang orang-orang dalam bentuk siksaan, pembunuhan, pendustaan dan pemboikotan. Dalam kondisi itu Rasulullah saw tetap mendakwahkan Islam saja, menantang akidah-akidah kaum kafir dan syariah-syariah, adat istiadat serta tradisi mereka. Dan pada waktu yang sama, Beliau tetap menjaga para sahabat sesuai batas kemampuan yang ada tanpa menyalahi hukum-hukum syara’ atau bermanis muka kepada kaum kafir. Jalan itulah yang memungkinkan Nabi saw dengan apa yang diwahyukan kepada-Nya dari Rabb-nya, untuk menentukan tujuan dan sarana-sarana menyampaikan seruan. Maka tidak mengherankan jika kita melihat Quraisy berusaha keras dan terus menerus meyakinkan Rasul saw untuk menerima konsesi di dalam dakwah beliau supaya mereka menerima beliau di sistem mereka. Akan tetapi semua upaya Quraisy itu tidak berhasil.
Wahai Kaum Muslim:
Besok pemungutan suara akan berakhir dan partai Liberal dan partai Buruh serta yang lain akan berpesta bersama dengan saling menyentuhkan gelas. Akan tetapi yang menyedihkan dan ironis adalah bahwa perbedaan-perbedaan dan permusuhan di antara anak-anak komunitas kita akan tetap ada dan kita akan bertambah lemah. Itulah yang membuat semua partai itu bergembira.
Wahai Kaum Muslim:
Wahai sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk umat manusia…., rela dengan sistem kufur dan cenderung kepadanya tidak pantas bagi Anda. Tetapi Anda harus aktif untuk mewujudkan dan mengimplementasikan tujuan-tujuan kita yang bersandar kepada Islam saja. Setiap kali kita menyerah kepada sistem dan kepada realita kontemporer, maka kita akan menemukan diri kita makin terpuruk di jurang konsesi realisme. Dan kita akan sengaja menakwilkan Islam agar sesuai dengan realita, dan bukannya merubah realita agar sesuai dengan Islam.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (QS al-Anfal [8]: 24)

khilafah


بسم الله الرحمن الرحيم
Wahai Kaum Muslim di Suriah:
Catatkan Diri Anda untuk Kemuliaan Penegakan Khilafah Rasyidah
di atas Puing-puing Rezim Yang Mati
Pada Februari lalu, aparat keamanan Suriah di Dara’a menangkap 16 orang siswa. Media massa menyebutkan bahwa mereka masih anak-anak. Mereka ditangkap dengan tuduhan menuliskan slogan-slogan di dinding yang menuntut jatuhnya rezim Suriah. Hal itu karena terpengaruh apa yang terjadi di Tunisia dan Mesir … Dalam detil penangkapan mereka, bahwa wakil tokoh dari marga Aljawabirah mendatangi kantor penanggungjawab keamanan politik di propinsi Dara’a, Brigjen Athif Najib. Dia mengatakan ada seorang guru yang memberitahu daftar nama anak-anak di sekolahnya, dan daftar itu diserahkan kepadanya, yang berada dibalik penulisan slogan-slogan di dinding. Guru itu memberitahu bahwa anak-anak itu masih di bawah umur. Namun Brigjen Athif Najib bersikeras agar anak-anak itu dihadirkan hanya supaya ia melihat dan mengenali mereka. Brigjen itu membuat guru itu berpikir bahwa masalahnya akan berakhir. Akan tetapi ketika anak-anak itu dihadirkan ternyata mereka ditangkap. Setelah penangkapan, guru itu menghindar tidak mau bertemu dengan siapapun. Ia juga tidak mau menjawab kontak dari mereka yang tidak dia kenal. Dia tidak mempedulikan teriakan para keluarga anak-anak yang ditangkap yang khawatir terhadap nasib anak-anak mereka yang sebagian besar dari mereka datang dari teluk. Kemudian, salah seorang menyampaikan kepada tokoh tersebut dan keluarga anak-anak itu bahwa Brigjen dan Gubernur sedang berpesta di satu rumah makan. Ketika tokoh itu bertemu dengan Brigjen di pintu rumah makan itu, sang tokoh berkata: “Dimana anak-anak kami?” Ia mendapat reaksi yang mengejutkan: bahwa Brigjen akan melakukan ini dan itu terhadap para ibu yang anaknya telah berkata atau akan berkata terhadap rezim seperti kata-kata itu. Hal itu memicu kemarahan orang-orang yang ada di tempat tersebut sehingga mereka ingin memukul Brigjen sampai Brigjen lari ke dalam rumah makan menyusul Gubernur yang masuk lebih dahulu. Setelah itu pemilik rumah makan berhasil melarikan Brigjen dari dalam bangunan. Itulah yang memicu kemarahan keluarga-keluarga di Dara’a sehingga pada hari Jumat 18/3 meletuslah protes-protes yang sangat keras di kota tersebut. Dan seperti biasanya, negara menghadapinya dengan brutal dan bengis yang mengakibatkan jatuhnya empat korban tewas di antara para demonstran, puluhan terluka dan banyak yang ditangkap.
Karena khawatir kejadian itu berkembang merugikan kepentingan rezim Suriah, dan setelah melihat reaksi warga di Dara’a dan di seluruh negeri umumnya, maka rezim mengumumkan dibukanya penyelidikan untuk meminta pertanggungjawaban setiap orang yang terbukti melakukan kesalahan disertai janji untuk melepaskan anak-anak yang ditangkap. Namun janji-janji penyelidikan untuk meminta pertanggungjawaban dan pembebasan anak-anak itu didustakan oleh tindakan aparat keamanan yang ada di lapangan dalam jumlah besar pada hari Sabtu, 19/3. Pada hari itu, massa dalam jumlah besar berkumpul untuk memprotes korban tewas hari sebelumnya. Para demonstran yang mencapai puluhan ribu itu menyerukan revolusi terhadap rezim. Pasukan keamanan menghadapinya dengan lontaran gas air mata dan tongkat sehingga menewaskan satu orang, banyak yang terluka dan sejumlah demonstran ditangkap. Ada beberapa orang korban luka diambil dari rumah sakit nasional Dara’a oleh aparat keamanan dan dipindahkan dengan ambulan ke tempat yang tidak diketahui.
Menyikapi hal itu, beberapa marga yang merepresentasikan Dara’a mengancam akan melawa rezim jika pasukan keamanan tidak ditarik dari propinsi Dara’a, pengawasan dari udara tidak dihentikan dan anak-anak yang ditangkap tidak dilepaskan. Sedangkan negara yang hanya memperhatikan dirinya sendiri dan sudah biasa melanggar kehormatan masyarakat, maka bukannya memenuhi janji-janjinya, negara justru mengancam akan bereaksi sangat keras jika protes tidak berhenti. Kondisi yang ada pun makin memuncak dan protes-protes berlangsung harian. Markas pemerintah Ba’ats pun diserbu dan sebagian dari patung Hafezh Asad dirusak. Seiring dengan itu, tindakan represif negara terus terjadi hingga tensi suasana kembali mencapai puncaknya pada Rabu pagi, 23/3. Pasukan keamanan mendobrak masjid al-Umari yang menghadap ke rumah sakit Meidani. Setelah itu rumah sakit nasional menjadi tidak aman, di mana korban luka diselamatkan dan korban tewas disemayamkan. Pasukan keamanan menerobos masjid al-Umari setelah memutuskan aliran listrik dan air, jalur masuk dan komunikasi dari Dara’a. Pasukan keamanan menembakkan peluru tajam dan gas air mata banyak sekali hingga baunya tercium dari jarak yang jauh sehingga menewaskan sepuluh orang. Kemudian rezim mengklaim bahwa serangan itu menyasar kelompok bersenjata. Televisi resmi menampilkan gambar senjata, amunisis dan uang yang disita untuk membuktikan keagenan para pemrotes dan keterkaitan mereka dengan pihak luar negeri. Ada yang mengatakan bahwa Maher Asad lah yang mengawasi pelaksanaan pembantaian itu …
Sungguh adalah rezim yang sama itu, dari bapak ke anak, mereproduksi tragedi lama dan bahkan mengadopsi cara-cara yang sama … Semua kejadian menunjukkan bahwa rezim telah menyiapkan diri untuk melakukan perlawanan besar terhadap bangsanya yang dianggap musuhnya. Juga menunjukkan bahwa rezim disamping kebrutalannya juga akan menggunakan semua tipudaya dan konspirasinya untuk tetap mengangkangi dada kaum Muslim. Rezim telah menyiapkan orang-orang yang akan disusupkan ke tengah demonstran untuk melakukan penghancuran di lembaga-lembaga publik dan pribadi untuk menimpakan tanggungjawabnya kepada para demonstran. Rezim juga sudah menyiapkan orang yang masuk di dalam demonstrasi untuk menyampaikan slogan-slogan dan meneriakkan yel-yel dan sebagian yang lain untuk memalingkan jalannya demonstrasi. Rezim pun menyiapkan cara-cara demonstrasi mendukung presiden dan beroposisi dengan demonstrasi rakyat. Rezim juga menyiapkan kelompok kerja untuk memanfaatkan internet dan mengontak jaringan satelit untuk membela rezim dan mempercantik wajahnya yang tercela. Rezim pun menyiapkan sejumlah wartawan, politisi dan anggota parlemen untuk membela rezim dan mengklaim bahwa disana ada penyusup yang memiliki hubungan dengan luar negeri yang melakukan perusakan demi kepentingannya. Rezim pun menyiapkan tuduhan untuk para pemrotes bahwa di belakang mereka ada pihak-pihak asing dan yang utama adalah negara Yahudi. Rezim telah menyiapkan properti berupa dana, senjata, amunisi, dan dokumen-dokumen palsu. Semua itu disiapkan untuk menyampaikan wawancara bersama sebagian orang yang diklaim telah ditangkap untuk menunjukkan pengakuan bahwa mereka memiliki hubungan dengan luar negeri, padahal sebenarnya orang-orang itu adalah para pengikut rezim … Semua itu adalah arsip bapaknya dahulu yang terlaknat. Semua itu adalah cara-cara yang jelas akan kembali digunakan. Akan tetapi kali ini akan menjadi cara yang gagal. Karena itu, wajib sangat berhati-hati dengan rezim yang sekarat dan licik ini. Makarnya wajib dibalikkan agar menimpa dirinya sendiri dan serangannya berbalik ke arah dirinya sendiri. Inilah bahasa rezim Suriah terhadap rakyatnya. Satu bahasa yang tidak pernah berubah, bahasa permusuhan, tuduhan, tirani dan kelicikan.
Protes-protes warga kita di Dara’a terhadap rezim Suriah telah mencapai momentum lebih dari daerah-daerah lain karena beberapa sebab yang telah kami sebutkan di awal penjelasan. Akan tetapi, di seluruh daerah terjadi protes-protes dan demonstrasi yang bisa dianggap penting dalam kaitan dengan permulaannya dan bersifat umum meliputi kota-kota dari utara ke selatan dan dari barat ke timur mencakup Damaskus, Aleppo, Hims, Baniyas, Al-Qamisyli, Dir al-Zour, Suwaida, Ma’rah, Mishyaf, Jasim, Ma’dhamieh, Doma, Madhaya … Semua protes dan demonstrasi itu mulai terjadi pada tanggal 15/3, artinya sebelum, selama dan pasca kejadian di Dara’a. Rezim mengerahkan seluruh daya upayanya untuk menhancurkannya. Rezim menggunakan cara-cara busuk untuk mengisolasi daerah-daerah itu satu dari yang lain dengan kepungan pasukan keamanan atas daerah-daerah peristiwa, pemutusan aliran listrik dan air, jalur transportasi dan jaringan komunikasi untuk mengisolasi setiap daerah dan agar tidak bisa berhubungan satu sama lain sehingga tidak bisa saling memperkuat satu samal lain.
Wahai Kaum Muslim di Suriah
Berbagai kejadian di Suriah dan di daerah-daerah yang berjalan ke arah perubahan, berhadapan dengan rezim, telah sampai pada titik yang tidak bisa kembali. Membebaskan diri dari rezim ini dan bencananya merupakan keharusan. Persatukan urusan Anda di atas hal itu dan datanglah dalam satu barisan untuk meringankan bencana dari Anda dan untuk memperpendek waktu penghancuran itu. Bangsa Suriah hendaknya mengetahui bahwa perlawanan terhadap rezim seperti ini tidaklah negatif, sebab rezim ini berlaku zalim, membunuh, menghinakan, memiskinkan masyarakat, dan menyerahkan permasalahan-permasalahan mereka kepada musuh-musuh mereka. Bukan hanya itu, bahkan pertama-tama dan utama, rezim ini merupakan musuh Allah dan agama-Nya. Yang wajib adalah bertolak dari hal ini sehingga aktifitas kita diterima di sisi Allah dan orang syahid kita menjadi syahid di sisi Allah serta pahala kita dicatat di sisi Allah. Maka hendaknya kemarahan itu karena Allah saja.
Wahai Kaum Muslim di Suriah
Catatkanlah untuk diri Anda kemuliaan penegakan hukum Allah di atas muka bumi di akhir zaman di atas puing-puing rezim sekarat ini. Hendaklah perubahan Anda merupakan perubahan yang dicintai Allah dan rasul-Nya. Jangan jadikan itu sebagai perubahan yang tak berarti. Catatkan untuk diri Anda pelopor pendeklarasian Khilafah Islamiyah. Jangan ganti penguasa dengan penguasa yang semisalnya. Jangan pula ganti konstitusi dengan konstitusi serupa. Jangan meminta pertolongan kepada pihak asing kafir dalam urusan perubahan Anda. Jangan biarkan seorangpun berbicara atas nama Anda diluar orientasi ini. Benar, deklarasikanlah Khilafah Islamiyah. Waktunya telah tiba dan fajarnya telah menjadi sedemikian dekat. Dan Anda adalah orang yang layak untuk melakukan itu, insya Allah SWT … Umumkanlah bahwa Anda bersama seluruh kaum Muslim sebagai umat Islam yang satu, diantara Anda tidak bisa dipisahkan dengan batas-batas tanah, intelektual ataupun emosional … Umumkanlah keislaman yang meluas dan jangan perhitungkan sama sekali selain keridhaan Allah. Jangan sampai celaan orang yang suka mencela bisa menghalangi Anda … Umat seluruhnya menunggu hal itu dari Anda. Maka catatkanlah untuk Anda di sisi Allah kepeloporan dan kemuliaan ini. Sungguh Anda adalah orang yang layak untuk itu, insya’allah SWT.
Wahai Para Perwira di Militer Suriah
Ini adalah waktu menolong agama Allah. Rezim Suriah takut kepada Anda. Karenanya rezim itu menjauhkan Anda dan mendekatkan begundal-begundalnya yang mendirikan cabang-cabang keamanan untuk menghinakan masyarakat dan menghinakan Anda bersama mereka … Sesungguhnya Anda tetap merupakan kekuatan yang ditakuti oleh rezim. Yang ditunggu umat dari Anda adalah pergerakan untuk menolong umat dengan menolong agama-Nya, menolong para pejuang untuk menegakkan hukum Allah dengan tegaknya Khilafah, dengan menolong Hizbut Tahrir yang telah menyiapkan diri untuk tujuan agung tersebut.
Hizbut Tahrir telah mengarungi perjuangan politis di Suriah sebagaimana di seluruh negeri kaum Muslim. Para syuhadanya dan orang-orangnya yang dipenjara merupakan bukti terbaik untuk itu. Hizbut Tahrir telah terjun dalam pergolakan intelektual sehingga menghancurkan ide ba’atsisme, nasionalisme, patriotisme, demokrasi kapitalisme dan sebelumnya demokrasi sosialisme … Hizbut Tahrir telah membongkar rencana-rencana penjajah dan menjelaskan bahwa rezim Suriah adalah salah satu alat penjajah di kawasan. Hizbut Tahrir telah mengadopsi kemaslahatan umat untuk mengarahkan umat dengan tegaknya Khilafah Rasyidah yang mengikuti metode kenabian yang diridhai penduduk langit dan bumi …
Wahai Kaum Muslim dan Para Perwira di Suriah
Hizbut Tahrir meminta nushrah dari Anda untuk merubah kondisi-kondisi ini secara revolusioner. Ini adalah kewajian syar’i bagi Anda. Bagi para perwira, kewajiban syar’i mereka untuk menolong agama ini, dengan menolong Hizbut Tahrir untuk merealisasi tujuannya, sebab para perwira itu memiliki kekuatan yang diperlukan Hizb untuk merealisasi perubahan. Dan bagi setiap muslim, berkewajiban mendorong siapa saja di antara para perwira kerabat dan kenalan mereka yang mampu memberikan nushrah agar menolong agama ini dengan menolong Hizbut Tahrir. Sungguh kami memohon kepada Allah agar menunjuki hati semua pihak untuk melakukan hal itu. Sesungguhnya itu merupakan satu-satunya jalan hari ini untuk merealisasi perubahan.
وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ، بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Dan di hari (kemenangan) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (QS ar-Rum [30]: 4-5)