Sunday, April 3, 2011

HT Pakistan: Usir Amerika, Campakkan Penguasa Khianat, Kembalikan Khilafah

Kantor Penerangan Hizbut Tahrir
Wilayah Pakistan
No          : PR11007
Tanggal : 29 Rabiul Awal 1432 H/04 Maret 2011 M
Rencana Aksi di Seluruh Negeri Tanggal 17 April Dengan Tema:
Usir Amerika, Campakkan Penguasa Khianat, Kembalikan Khilafah
Pada saat umat di seluruh negeri berjalan ke arah perubahan, para pemuda muslim turun ke jalan-jalan menentang penguasa khianat dan diktator mereka, hingga singgasana para penguasa itu terguncang karena derap langkah rakyat. Hal itu terjadi setelah rakyat bertekad menghilangkan sikap diamnya. Slogan yang sama diulang-ulang “rakyat menginginkan jatuhnya rezim”. Itulah yang membuat para penguasa khianat tidak bisa tidur nyenyak. Sebab, para penjajah mengetahui dengan baik bahwa jika pergerakan itu mengarah ke arah yang benar, maka tidak seorang pun yang akan mampu menghentikan laju kemunduran hegemoni imperialisme atas dunia Islam.
Negara-negara barat imperialis telah memperbudak kaum Muslim melalui para penguasa diktator dan dengan memperalat para penguasa demokratis! Kaum Muslim di Pakistan telah merasakan pahitnya penguasa, baik yang diktator maupun demokratis. Kaum Muslim di Pakistan mengetahui bahwa permainan “perjudian politik” dengan kedua sisinya dimiliki oleh penjajah dan tergadai kepada penjajah, maka tidak ada yang bisa mendapat manfaat kecuali penjajah. Itulah salah satu sebab munculnya keinginan kaum Muslim di Pakistan terhadap perubahan menyeluruh yang bukan hanya pergantian wajah, tetapi perubahan rezim secara total. Dan itu berarti kekalahan bagi penjajah.
Wahai Kaum Muslim:
Anda adalah bagian dari umat yang agung. Umat yang menghadapi berbagai kesulitan dengan penuh keberanian dan ketegaran. Anda adalah umat yang berhasil menimpakan kekalahan telak kepada Tatar dan pasukan salib. Anda adalah umat yang disifati oleh Allah SWT sebagai sebaik-baik umat yang telah dikeluarkan untuk umat manusia. Dan Allah SWT telah menjadikan Anda sebagai saksi atas seluruh umat lainnya. Metode yang Anda tempuh untuk menghadapi gempa dan banjir paling akhir dengan membantu saudara-saudara Anda yang memerlukan, menunjukkan bahwa Anda tetap menjadi umat yang diberkahi. Sampai-sampai musuh-musuh Anda memilih apa yang Anda lakukan.
Wahai Saudara-Saudara Kaum Muslim:
Para penguasa khianat itu terus menerus menghancurkan kepercayaan diri dan rasa kebanggaan Anda kepada diri Anda sendiri. Mereka memberikan klaim palsu bahwa mayoritas masyarakat itu buruk sehingga layak mendapatkan penguasa yang korup seperti mereka. Sesungguhnya mereka melakukan hal itu untuk melindungi diri mereka sendiri dari perlawanan.
Wahai Saudara-Saudara, seandainya Anda rusak seperti para penguasa khianat itu, niscaya Anda mendukung Amerika di Afganistan seperti dukungan penguasa itu. Seandainya Anda rusak seperti penguasa itu, niscaya Anda akan tidur sepanjang malam setelah penjualan Dr. Affia Shidqiu kepada orang-orang Amerika. Seandainya Anda memang buruk, niscaya Anda memiliki konsern seperti penguasa itu untuk menyerahkan Raymond Davis kepada orang-orang Amerika.
Tetapi, sebaliknya Anda justru termasuk orang yang membela kemuliaan Nabi Anda Muhammad saw pada saat penguasa khianat itu merasa bangga dengan dekapan orang-orang terlaknat. Anda juga ingin membebaskan Kashmir dengan jihad dan menghentikan penindasan terhadap kaum muslim di sana. Sementara para penguasa itu justru ingin menyebarkan kultur Hindu di seluruh Pakistan. Anda menjadikan Amerika sebagai musuh, sementara mereka para penguasa itu secara terang-terangan mengumumkan loyalitas mereka kepada Amerika. Anda mengharapkan penerapan Islam, sementara mereka para penguasa itu bangga menerapkan kekufuran. Lalu apa persamaan Anda dengan mereka?! Tidak ada sama sekali! Mereka para penguasa itu penjaga kepentingan Amerika dan Eropa. Sedangkan Anda mencintai Allah dan Rasul-Nya. Karena sebab itulah, Anda tidak layak diperintah oleh mereka para penguasa itu. Anda menginginkan penguasa yang memutus jalur pasokan logistik NATO dan menerapkan syariah Allah. Anda menginginkan kecintaan Rasul saw, membungkam orang-orang terlaknat dan memberi mereka pelajaran melalui jihad. Anda menginginkan seorang penguasa yang adil yang menghukum para penguasa khianat itu atas pengkhianatan mereka. Anda menginginkan seorang penguasa yang berjalan di atas jejak Umar bin al-Khaththab ra. yang menyusuri jalanan di malam hari untuk melakukan kewajibannya dalam melayani rakyatnya.
Penduduk Sind sekali lagi memerlukan sosok seperti Muhammad bin al-Qasim untuk membebaskannya dari najis orang-orang Hindu hari ini.
Wahai Kaum Muslim:
Sungguh Anda sangat memerlukan seorang Khalifah yang mendapat petunjuk. Seorang Khalifah yang kedatangannya tinggal sebentar lagi seperti yang diberitakan kabar gembiranya oleh Rasulullah dengan sabda Beliau:
«ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»
Kemudian ada Khilafah yang berjalan diatas manhaj kenabian
Wahai Kaum Muslim:
Khilafah lah yang diantara tanggungjawabnya adalah memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok setiap individu rakyat melalui penerapan Sistem Ekonomi Islam. Khilafah lah yang melalui jihad akan membebaskan masjid al-Aqsa, Palestina, Kashmir, Afganistan, Chechnya, Irak dan setiap jengkal tanah lainnya yang diduduki. Khilafah lah yang akan memupus perbuatan-perbuatan keji dan prostitusi di masyarakat. Khilafah lah yang akan merealisasi keadilan syariah untuk rakyat melalui penerapan peradilan Islami. Khilafah lah yang akan memutus pasokan logistik Amerika dan mengusirnya dari kawasan serta mengusir lembaga dan tentara Amerika dari kawasan. Khilafah lah yang diantara tanggungjawabnya adalah menghapus semua garis batas hasil rekayasa yang memisahkan kaum muslim. Khilafah lah yang akan mengembalikan Umat Islam di bawah naungannya kembali menjadi negara terkuat di dunia sekali lagi. Khilafah lah yang akan mengemban Islam ke seluruh dunia melalui dakwah dan jihad. Maka bangkitlah dan jadilah bagian dari perjuangan ini.
Wahai Kaum Muslim:
Anda selama bertahun-tahun mencari kepemimpinan yang mukhlis yang tanggungjawabnya membebaskan Anda dari perbudakan Amerika dan sistemnya. Inilah Hizbut Tahrir dengan kepemimpinan mukhlisnya yang berjuang di seluruh dunia Islam, ada di hadapan Anda. Hizbut Tahrir hari ini merupakan partai politik Islam yang paling besar, di mana Hizbut Tahrir berjuang di lebih dari 40 negara di bawah satu pemimpin, yaitu syaikh Atha bin Khalil Abu ar-Rasytah. Syabab Hizbut Tahrir telah menorehkan sejarah yang mulia dalam bentuk pengorbanan di seluruh dunia Islam. Hingga hari ini lebih dari sepuluh ribu anggota Hizb ditahan di berbagai penjara dari Asia Tengah dan dunia Arab. Hizbut Tahrir berjuang sesuai manhaj Rasulullah saw dalam menegakkan Khilafah dengan jalan mewujudkan opini umum pada diri umat dan meyakinkan Ahlun Nushrah untuk menerapkan Islam. Dan segala puji hanya bagi Allah, umat hari ini bertekad untuk hidup di bawah naungan Islam. Maka ada kebutuhan yang sangat besar terhadap unsur-unsur mukhlis di dalam tubuh militer Pakistan untuk memberikan nushrah kepada Hizbut Tahrir untuk menerapkan Islam.
Wahai Para Tentara Pakistan:
Bangkitlah dan usirlah para penguasa khianat yang terus membunuhi kaum Muslim melalui sikap mereka yang hanya tenang duduk-duduk saja di bawah perlindungan senjata Anda. Bangkitlah dan raih kemuliaan dengan membela Islam seperti para penolong Rasulullah saw.
Hizbut Tahrir akan mengadakan aksi long march di seluruh negeri ini (Pakistan) pada tanggal 17 April 2011 dengan tema “Usir Amerika Serikat, Tumbangkan Penguasa Khianat dan Kembalikan Khilafah” untuk mengingatkan para tentara Pakistan akan kewajiban mereka dalam menegakkan Khilafah dengan mencabut rezim ini. Hal itu juga menempatkan tanggungjawab pada pundak setiap muslim untuk berpartisipasi dalam aksi long march itu dan menyampaikan seruan kepada semua kerabat dan handai taulan mereka di dalam tubuh tentara. Hari kehancuran rezim rusak ini tidak jauh lagi. Yang diperlukan hanyalah satu “pukulan keras” yang mencampakkan kaum kafir dari negeri kita dan menyinari dunia dengan cahaya Islam.
وَقُلْ جَاءَ الحَقُّ وَزَهَقَ البَاطِلُ إِنَّ البَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap”. (QS al-Isra’ [17]: 81)
Naveed Butt
Juru Bicara Hizbut Tahrir di Pakistan
Kantor Penerangan Hizbut Tahrir
Wilayah Pakistan
Telpon  : +(92)333-561-3813
Faks       : +(92)21-520-6479
www.hizb-pakistan.org

Khilafah Rasyidah Akan Didirikan Secara Pasti Melalui Tangan Orang-orang Salih

بِسْـــمِ اللهِ الرَّحْمٰـــنِ الرَّحِيـــم
Seperti Halnya Khilafah Dihancurkan Melalui Tangan Para Penjahat
Maka Khilafah Rasyidah Akan Didirikan Secara Pasti Melalui Tangan Orang-Orang Salih
Khilafah dihancurkan pada 3 Maret 1924 M oleh para pendukung pendosa yang memberikan suara menyetujui penghapusannya. Maka itu bukanlah penghapusan dan penghancuran sistem administratif usang yang telah berlalu masanya. Tetapi, yang dihancurkan adalah sistem pemerintahan Islam. Yang dihancurkan adalah perisai umat yang kuat dan kepemimpinan politiknya. Dan yang dirobohkan adalah titik sentral keseimbangan geo-strategis.
Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam. Ketiadaan sistem Khilafah mengakibatkan ketiadaan penerapan sejumlah hukum syara’. Hal itu menghalangi penerapan sistem hidup (ideologi) Islam secara sempurna dan menyeluruh. Menghalangi sampainya cahaya Islam ke seluruh dunia melalui dakwah dan jihad. Menghalangi tampilnya karakter politis ideologis Islam. Mencegah kembalinya kelompok-kelompok yang telah tersesat untuk kembali ke jalan yang benar. Juga menghalangi eksistensi orang yang berjuang untuk membersihkan bumi dari kerusakan, perusakan, kehinaan dan amoralitas yang telah menyebar. Realitas hidup yang dijalani oleh berbagai negara dan masyarakat di mana kita hidup jelas mengatakan hal itu, di mana kekufuran, kefasikan dan keharaman menyebar luas! Apakah ada selain Khilafah yang mampu membersihkan kerusakan, amoralitas dan kemaksiyatan kepada Allah itu?!
Khilafah merupakan perisai umat yang kuat dan kepemimpinan politiknya. Hal itu karena Islam memerintahkan kaum Muslim untuk bersatu di bawah satu kepemimpinan politik, membaiat khalifah yang satu dan menyatunya negeri-negeri kaum muslim di bawah satu negara. Hari ini, kita melihat berbagai entitas kepemimpinan politik di dunia seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan Rusia, berdiri di atas sistem yang satu atau federasi sejumlah negara. Hal itu karena di dalam persatuan itu terdapat kekuatan dan di dalam perpecahan terdapat kelemahan. Sebaliknya meski begitu jelas dan gamblang hukum syara’ tentang wajibnya kesatuan kaum muslim, kita melihat kaum muslim justru dalam kondisi lemah, terpuruk, tidak memiliki pembela dan penjaga di mana mereka tercerai berai dalam lebih dari 50 entitas politik. Akibatnya terjadilah pendudukan negeri-negeri mereka, kekayaan mereka dirampas, keyakinan dan syiar-syiar mereka dijadikan sasaran, anak-anak mereka ditangkapi dan disiksa serta darah-darah suci ditumpahkan. Sejarah penuh dengan contoh yang mengatakan posisi mulia dan prestisius negara Khilafah dalam melindungi kaum muslim berikut kekayaan, negeri, tempat-tempat suci dan keyakinan mereka melawan kekuatan diktator, raja-raja zalim yang menyerang kala itu.
Khilafah adalah titik sentral keseimbangan geo-strategis. Karena negeri-negeri Islam, yang di atasnya berdiri Khilafah, menempati pusat strategis paling penting di dunia, menguasai bagian terbesar dari kekayaan alam di dunia dan posisi geografinya yang berada di tengah-tengah menjadikannya sebagai pusat pertemuan jalur-jalur vital di dunia. Penegakan kembali Khilafah berarti kelahiran negara besar baru yang memiliki pilar-pilar yang memungkinkannya dalam waktu sangat singkat untuk menduduki posisi negara adidaya di dunia. Penegakan kembali Khilafah berarti kelahiran perekonomian terbesar yang dipenuhi dengan kekayaan di dunia. Penegakan kembali Khilafah berarti kelahiran negara terbesar di dunia dari sisi kemakmuran, kesejahteraan, keharmonisan hubungan manusiawi dan sosial diantara individu-individu rakyatnya yang bernaung di bawah suasana Islam yang dipenuhi keimanan dan jauh dari amoralitas dan keterpurukan. Penegakan kembali Khilafah berarti penghentian hegemoni imperialisme kapitalisme global yang rakus dan membuangnya ke keranjang sampah sejarah. Penegakan kembali Khilafah berarti perluasan keadilan Islam dan hukumnya sehingga orang zalim tidak lagi memiliki kemampuan berlaku zalim sesukanya dan orang kaya tidak akan bertambah kaya di atas penderitaan orang-orang miskin. Penegakan kembali Khilafah berarti manusia hidup dalam kehidupan yang dipenuhi keutamaan, keberkahan dan petunjuk Islam dengan suasana yang didominasi oleh keamanan dan ketenteraman. Sehingga kehidupan mereka secara keseluruhan terbentuk dengan potret yang diridhai oleh Allah Rabbul ‘alamin.
Karena itu Khilafah yang dihapuskan pada 3 Maret 1924 M, adalah lebih baik, lebih agung dan lebih tinggi dari persepsi kelomok pendosa yang berkonspirasi menghancurkannya dan bersuara menyetujui penghapusannya. Akan tetapi, segala puji hanya bagi Allah SWT dan dengan kelembutan dan pemeliharaan-Nya, umat Islam telah sadar dari kelalaiannya dan menyadari posisi dan nilai Khilafah yang sebenarnya. Umat akhirnya menanti-nanti tegaknya Khilafah dan mengharapkannya dengan kerinduan yang besar. Apa yang kita lihat hari ini dalam bentuk perubahan di negeri-neger Arab tidak lain adalah contoh hidup atas kesiapan umat untuk perubahan mendasar yang hakiki. Dan pada saat yang sama menampakkan dengan jelas sejauh mana ketakutan dan keterguncangan Barat atas terjadinya semua itu. Dan dengan izin Allah SWT maka perubahan revolusioner yang mendasar dan menyeluruh yang tercermin dengan tegaknya negara Khilafah Rasyidah yang berjalan diatas manhaj kenabian telah begitu dekat.
﴿وَمَا ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ
dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah. (QS Ibrahim [14]: 20)
Wahai bangsa muslim di Turki, sungguh Hizbut Tahrir berjuang di tengah Anda dan bersama-sama Anda siang dan malam untuk menegakkan kewajiban agung yang akan mengusung kebaikan Islam ke seuruh penjuru bumi, melantangkan kebenaran sebagai seruan kepadanya meski banyak rencana disusun menentangnya dalam bentuk tuduhan palsu, penyesatan, ancaman dan penyerangan. Maka sambutlah al-haq dan kebenaran yang dilantangkan oleh Hizb ini. Penuhilah seruannya yang akan menghidupkan Anda, niscaya Allah merahmati Anda.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.(QS al-Anfal [8]: 24)
27 Rabiul Awal 1432 H
03 Maret 2011-03-10
Hizbut Tahrir
Wilayah Turki

Mengapa Khilafah Belum Tegak?

Oleh: Hafidz Abdurrahman
Prasyarat Negara Khilafah
قال العلامة الشيخ عبد القديم زلوم عن الأقطار التي تنعقد بها الخلافة أن تتوفر فيها الشروط الأربعة:
أحدها:    أن يكون سلطان ذلك القطر سلطانا ذاتيا، يستند إلى المسلمين
وحدهم، لا إلى دولة كافرة، أو نفوذ كافر؛
ثانيها:    أن يكون أمان المسلمين في ذلك القطر بأمان الإسلام، لا  بأمان
الكفر، أي أن تكون حمايته من الداخل والخارج  حماية إسلام من
قوة المسلمين، باعتبارها قوة إسلامية  بحتة؛
ثالثها:    أن يبدأ حالا بمباشرة تطبيق الإسلام كاملا تطبيقا إنقلابيا شاملا،
وأن يكون متلبسا بحمل الدعوة الإسلامية؛
رابعها:    أن يكون الخليفة المبايع مستكملا شروط انعقاد الخلافة، وإن لم يكن
مستوفيا شروط الأفضلية، لأن العبرة بشروط الإنعقاد؛
Al-’Allamah Syaikh ‘Abd al-Qadim Zallum menyatakan tentang wilayah yang berhasil menegakkan Khilafah harus memenuhi 4 syarat: Pertama, kekuasaan wilayah tersebut bersifat independen, hanya bersandar kepada kaum Muslim, bukan kepada negara Kafir, atau di bawah cengkraman kaum Kafir. Kedua, keamanan kaum Muslim di wilayah itu di tangan Islam, bukan keamanan Kufur, dimana perlindungan terhadap ancaman dari dalam maupun luar, merupakan perlindungan Islam bersumber dari kekuatan kaum Muslim sebagai kekuatan Islam murni. Ketiga, memulai seketika dengan menerapkan Islam secara total, revolusioner dan menyeluruh, serta siap mengemban dakwah Islam..
Keempat, Khalifah yang dibai’at harus memenuhi syarat pengangkatan Khilafah (Muslim, laki-laki, baligh, berakal, merdeka, adil dan mampu), sekalipun belum memenuhi syarat keutamaan. Sebab, yang menjadi patokan adalah syarat in’iqad (pengangkatan).  (al-’Allamah Syaikh ‘Abd al-Qadim Zallum, Nidzam al-Hukmi fi al-Islam, 59-60)
Khilafah Masalah Nashrullah
  • Kapan, di mana, dan kepada siapa Nashrullah diberikan adalah otoritas Allah SWT..
  • Nashrullah diberikan oleh Allah, setelah kita menolong-Nya, dengan mengupayakan hukum sebab akibat:
قال تعالى: ﴿إِن تَنصُرُوا ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ﴾، وفسر الرازي فجعل نصرنا لـه مقدماً على نصره لنا.
Allah berfirman: “Jika kalian menolong Allah, maka Dia pasti akan menolong kalian.” (Q.s. Muhammad: 7). Ar-Razi menafsirkan, “Dia menjadikan pertolongan kita kepada-Nya harus diberikan lebih dulu agar Dia memberikan pertolongan-Nya kepada kita.
وأضاف الرازي قائلا: (والجواب: أنه لا امتناع في أن يصدر عن الحق فعل، فيصير ذلك سبباً لصدور فعل عنا، ثم الفعل عنا ينساق إلى فعل آخر يصدر عن الرب، فإن أسباب الحوادث ومسبباتها متسلسلة على ترتيب عجيب يعجز عن إدراك كيفيته أكثر العقول البشرية)
Ar-Razi menambahkan, “Jawabannya, bahwa tidak ada larangan jika perbuatan itu lahir dari al-Haq (Allah), sehingga itu menjadi alasan mengapa kita harus melakukan perbuatan. Lalu, perbuatan kita diselaraskan dengan perbuatan lain yang datang dari Allah, karena sebab-sebab berbagai peristiwa dan akibatnya selalu terkait dengan urutan yang menakjubkan, yang tidak mampu dijangkau kaifiyahnya oleh akal manusia.” (ar-Razi, Tafsir ar-Razi, Juz XXXII, hal. 349)
Hukum Sebab-Akibat
Agar Prasyarat itu Terwujud
?
  • Umat yang terdidik (al-ummah al-mutatsaqqafah) hingga mempunyai kesadaran umum tentang Islam, dan kesadaran politik.
  • Kesadaran umum tentang Islam (al-wa’yu al-’am ‘an al-Islam): Umat paham sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem sosial Islam, sistem pendidikan Islam, sistem sanksi hukum, politik luar negeri, dsb.
  • Kesadaran politik (al-wa’yu as-siyasi): Umat paham kondisi, konstalasi dan peta dunia dari perspektif Islam.
Siapa yang Harus Menyiapkan?
  • Partai politik ideologis (hizbun siyasi mabda’i);
  • Partai yang mempunyai master plan (rancangan induk perubahan), atau at-tsaqafah al-mutabannat (konsep yang diadopsi dan diperjuangkan) yang menjadi fikrah-nya: Sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem sosial Islam, sistem pendidikan Islam, sistem sanksi, politik luar negeri, dsb.
  • Partai yang mempunyai road map (peta jalan), atau thariqah. Thariqah-nya juga harus sahih.
Bagaimana Caranya?
  • Satu-satunya metode yang sahih untuk mendapatkan kekuasaan dan mendirikan Khilafah adalah thalab an-nushrah.
  • Metode thalab an-nushrah dijelaskan oleh al-’Allamah Syaikh Muhammad Khair Haikal:
    • Thalab an-nushrah dilakukan setelah meningkatnya penganiayaan;
    • Rasul menawarkan sendiri kepada para pemuka kabilah;
    • Thalab an-nushrah hanya dilakukan kepada pemuka kabilah, serta pihak-pihak yang mempunyai posisi dan kedudukan;
    • Meyakini dakwah menjadi syarat bagi orang yang bisa diterima nushrah-nya.
    • Thalab an-nushrah untuk dua kepentingan: Pertama, melindungi penyampaian dakwah; Kedua, menerima tampuk kekuasaan dan pemerintahan.
    • Menolak jaminan apapun kepada kekuatan yang siap memberikan nushrah, misalnya memberikan kekuasaan dan pemerintahan kepada tokohnya sebagai kompensasi.
    • Orang yang memberikan nushrah disyaratkan harus mampu menghadapi musuh dakwah, ketika negara berdiri.
    • Orang yang memberikan nushrah disyaratkan negerinya tidak terikat dengan perjanjian internasional yang tidak bisa dilepaskan, sesuatu yang nota bene bertentangan dengan dakwah..
(al-’Allamah Syaikh Muhammad Khair Haikal, al-Jihad wa al-Qital fi as-Siyasah as-Syar’iyyah, Juz I, hal. 406-413)

Kapan Khilafah Berdiri?
  • Ketika umat yang mempunyai kekuasaan telah mempunyai kesadaran umum tentang Islam, dan kesadaran politik yang benar;
  • Kekuatan mereka dipimpin oleh partai politik ideologis yang menjadi lisan al-umah;
  • Kekuatan yang dipimpin oleh partai ideologis tersebut dikonsolidasikan dengan kekuatan ahl an-nushrah.
  • Saat itulah, Khilafah dengan izin Allah akan berdiri.

Soal Jawab: Krisis Timur Tengah

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertanyaan: ada beberapa perkara yang tidak jelas dari peristiwa-peristiwa yang terjadi :
1. Kita mengetahui bahwa peristiwa-peristiwa di Mesir dan Tunisia bermula secara spontan dan kita mensifatinya mubârakah (diberkahi). Demikian pula di Libya dan Yaman secara massal dalam jumah besar. Lalu kenapa orang-orang yang melakukan perlawanan (revolusi) itu merasa cukup dengan “operasi kecantikan” terhadap sistem di Tunisia dan Mesir, di mana tampak menonjol sikap seolah-olah gerakan “revolusi” telah memenangkan ronde itu … tetapi “tubuh” rezim tetap sama, sampai subordinasi di Mesir dan Tunisia juga belum berubah sama sekali?
2. Begitu pula di Tunisia dan Mesir. Perkara-perkara di sana berjalan dengan cepat sampai batas tertentu. Akan tetapi ketika krisis menjalar ke Libya dan Yaman masalah tersebut menjadi lama dan panjang. Kenapa terjadi perbedaan ini?
3.  Media-media massa selama tiga hari lalu, sampai sekarang, menyebarkan berita bahwa Eropa “Inggris dan Prancis” tertarik secara serius melakukan intervensi di Libya dan menyiapkan rancangan zona larangan terbang terhadap Libya. Media-media massa juga memberitakan bahwa Amerika menjauh dari hal itu atau ragu-ragu!! Pada 9 Maret 2011, Prancis mengumumkan pengakuannya terhadap Majlis Nasional Transisi Libya. Prancis menyeru Uni Eropa untuk memberikan pengakuan. Uni Eropa dalam pertemuan daruratnya hari ini, 11/3/2011 di Brussel sudah dekat dengan pemberian pengakuan kepada Majlis Nasional. Uni Eropa mengganggap Majlis Nasional sebagai partner dialog secara resmi. Uni Eropa juga meminta Qaddafi untuk mengundurkan diri segera … Pada saat yang sama, Amerika tidak menampakkan ketertarikan seperti Eropa. Padahal apa yang terjadi itu bisa menjadi kesempatan bagi Amerika untuk dimanfaatkan demi kepentingannya sehingga bisa menggantikan pengaruh Inggris … Lalu kenapa Eropa menampakkan antusiasme untuk melakukan intervensi lebih dari yang ditampakkan Amerika?
4.  Bagaimana dengan “mereka yang melakukan revolusi” apakah bisa bertahan menghadapi diktator Qaddafi yang menggunakan persenjataan dan menempuh jalan berdarah secara terbuka, di mana dia telah mengumumkan akan menjadikan Libya menjadi lautan api yang menghanguskan?
Kami mohon penjelasan perkara-perkara tersebut. Semoga Allah memberikan balasan kepada Anda yang lebih baik.
Jawab:
1.   Benar bahwa peristiwa-peristiwa itu mula-mula bersifat spontan di masing-masing tempat baik Tunisia, Mesir, bahkan Libya dan Yaman … Peristiwa itu memiliki realita positif yaitu telah lenyapnya rasa takut dalam diri masyarakat terhadap penguasanya. Peristiwa-peristiwa itu juga meneriakkan perasaan-perasaan Islami. Masyarakat bergerak dengan teriakan takbir tanpa takut terhadap tindakan represif penguasa. Hal itu berpengaruh terhadap semangat pergerakan orang-orang … Karena itu, dari sisi ini peristiwa itu baik dan diberkahi.
Dari sisi lain, pergerakan itu mula-mula bersifat emosional dengan teriakan-teriakan umum. Pergerakan semacam ini akan mudah bagi kekuatan internasional yang berpengaruh dan antek-anteknya di negeri tersebut untuk mengendalikannya. Karena itu, kekuatan Eropa di Tunisia, “Inggris dan Prancis”, bisa mengendalikan pergerakan tersebut melalui tangan antek-anteknya yang terlatih, yang menyusup di antara orang-orang yang melakukan perlawanan. Berikutnya mereka bisa menjaga bangunan rezim yang mendasar dan menjaga keberlangsungan pengaruh kekuatan Eropa itu meski disertai sedikit “operasi kecantikan” …
Itulah yang juga terjadi di Mesir. Di sana, Amerikalah melalui antek-anteknya berhasil mengendalikan pergerakan orang-orang yang melakukan perlawanan…
Perkara itu dipahami oleh setiap orang yang penuh perhatian dan mukhlish. Yaitu bahwa pergerakan-pergerakan itu bersifat emosional, maka mudah bagi kekuatan barat dan antek-anteknya untuk mengendalikannya. Karena itu kekuatan mukhlis itu memfokuskan kontak mereka dengan orang-orang yang melakukan perlawanan untuk menyadarkan mereka dan membuat mereka bisa melihat apa yang terjadi. Juga untuk mendorong mereka agar tidak meremehkan darah yang telah ditumpahkan dan agar mereka menjadikan tuntutan perlawanannya sesuai dengan hukum-hukum agama mereka, di mana mereka meneriakkan takbir dan tahlil…
Meski dilakukan upaya-upaya serius dan benar secara masif terhadap orang-orang yang melakukan perlawanan, namun kekuatan lain telah merekrut para pengikut dan sarana-sarananya sehingga berpengaruh terhadap orang-orang yang melakukan perlawanan sampai tingkat di mana, di Tahrir Square di Mesir, ribuan orang melakukan shalat jamaah, meneriakkan tahlil dan takbir, serta dipompa oleh semangat Islami yang agitatif. Meski demikian, mereka tidak menyebut pemerintahan Islam sebagai tuntutannya. Bahkan mereka tidak menyebut jihad melawan Yahudi perampas Palestina. Lebih buruk lagi mereka tidak menyebut penghapusan perjanjian Camp David!
Ini menegaskan kebenaran kata bijak bahwa realiasi perubahan yang sahih memerlukan dua perkara:
  • Opini umum yang terpancar dari kesadaran umum, bukan hanya opini umum saja.
  • Nushrah (pertolongan) dari ahul quwah, dan bukan sembarang nushrah.
Sayangnya, orang-orang yang melakukan perlawanan itu belum mengetahui benar dua perkara tersebut. Karena itu, hasilnya adalah “operasi plastik” untuk mempercantik rezim tanpa perubahan bangunan politik.
2.  Apa yang yang terjadi di Tunisia dan Mesir, Ben Ali dan Mubarak tumbang hanya dalam beberapa hari perlawanan. Sementara yang terjadi di Libya dan Yaman, peristiwa perlawanan itu berlangsung lebih panjang dari pada Tunisia dan Mesir. Perbedaan itu karena kekuatan internasional yang ada di Tunisia dan Mesir, masih dominan mengontrol di kawasan itu. Eropa tetap mengendalikan masalah di Tunisia dan menyelesaikannya secara bertahap dan dalam beberapa periode … Setiap kali orang-orang berkumpul secara massif, Eropa pun merubah wajah untuk orang-orang itu. Akan tetapi bangunan sistem kapitalisme sekuler tetap itu-itu juga, tidak berubah. Demikian juga di Mesir. Amerika secara ekslusif sendirian menjalin kontak dengan kekuatan-kekuatan politik pada masa sebelumnya dan masa sekarang. Amerika menyelesaikan masalah juga secara bertahap. Setiap kali orang-orang yang melakukan perlawanan berkumpul secara massif, Amerika mengganti wajah dengan wajah yang lain!
Begitulah, yang mempercepat mundurnya Ben Ali dan Mubarak pada beberapa hari saja karena pemain internasional di kawasan itu hanya satu pihak saja: Eropa di Tunisa dan Amerika di Mesir … Kedua pemain itu melalui antek-anteknya di kedua negeri yang telah dipelihara dalam dekapan rezim sebelumnya puluhan tahun, bisa mengendalikan orang-orang yang melakukan perlawanan dan bisa berteriak dengan suara yang lebih tinggi dari teriakan orang-orang yang melakukan perlawanan. Juga bisa menyerukan tuntutan-tuntutan dengan lebih keras dan lebih kuat dari teriakan mereka yang melakukan perlawanan dan melakukan revolusi terhadap kezaliman, represi, dan pembungkaman yang dipaksakan oleh para penguasa zalim di Tunisia dan Mesir. Akhinya mereka bisa menguatkan tipu daya di hadapan orang-orang yang melakukan perlawanan!
Artinya pihak-pihak yang berseteru di Tunisia dan Mesir adalah:
Orang-orang yang melakukan perlawanan dengan emosi (perasaan) spontan melawan kezaliman … dengan Eropa di Tunisa melalui antek-anteknya, dan Amerika di Mesir juga melalui antek-anteknya…
Begitulah, mudah bagi mereka untuk menjaga bangunan sistem kapitalisme sekuler atas nama kebebasan dan demokrasi. Hal itu dilakukan melalui “operasi kecantikan” yang akan terbongkar di belakang nanti, tetapi setelah kesempatan berlalu!
Sedangkan di Libya dan Yaman, masalahnya berbeda. Eropa tidak mampu menghalangi Amerika untuk ikut campur, baik di Libya maupun di Yaman. Panggung di kedua negeri itu tidak murni menjadi milik Eropa untuk bisa mengatur masalah-masalah tersebut sesukanya sehingga masyarakat rela dengan perubahan formalistik dan kedua anteknya tetap bertahan seperti yang dahulu dilakukan pada masa awal. Eropa melanggengkan Qaddafi di Libya dan Ali Shalih di Yaman, jika keduanya bisa bertahan, dengan menawarkan inisiatif-inisiatif sebagai upaya keduanya untuk meyakinkan masyarakat. Eropa memberi mereka ruang dalam masalah tersebut sehingga jelas bagi Eropa bahwa keduanya (Qaddafi dan Ali Shalih) gagal dalam menjaga kepentingan Eropa, meskipun mereka telah menghadapi orang-orang yang melakukan perlawanan itu dengan tupahan darah dan pembantaian. Kekuatan keduanya (Qaddafi dan Ali Shalih) dalam menancapkan pengaruh di kedua negeri itu telah melemah. Artinya, keduanya telah selesai melakonkan perannya. Karena itu, sekarang Eropa berupaya merekayasa pengganti keduanya (Qaddafi dan Ali Shalih) dari kelas politik yang dibangun oleh Eropa di Libya dan Yaman. Akan tetapi masalah itu tidak mudah seperti di Tunisia. Sebab, di hadapan Eropa ada negara imperialis lain yaitu Amerika, yang sedang mengintai Libya dan Yaman dengan penuh keseriusan… Begitulah, panggung di kedua negeri itu tidak murni untuk Eropa. Jika tidak, niscaya Eropa telah berhasil mengakhiri masalah tersebut dengan mudah, seperti yang dilakukannya di Tunisia. Bahkan, Amerika telah masuk sejak hari pertama dengan kontak-kontak secara terbuka di siang bolong atau secara rahasia … Artinya, pihak-pihak yang bertarung di Yaman dan Libya ada tiga pihak:
Pertama, Orang-orang yang melakukan perlawanan secara subyetif dengan emosi-emosi spontan melawan kezaliman…; Kedua, Eropa “Inggris dan Prancis di Libya dan Inggris saja di Yaman”, yang berupaya mempertahankan pengaruhnya terdahulu disertai pergantian wajah …; Dan Ketiga Amerika yang berupaya menjadikan pengaruhnya sebagai penentu di kedua negeri itu …
Kedua pihak internasional (Eropa dan Amerika) itu berupaya menampakkan menentangnya kepada para penguasa diktator dan tiran dalam kontak-kontak dan media-media massa. Seolah-olah Eropa dan Amerika melupakan kediktatoran para penguasa itu sebelumnya. Padahal negara-negara kafir imperialis itulah yang berada di belakang para penguasa tiran dan zalim di negeri-negeri kaum Muslim, selama para penguasa itu merealisasi kepentingan-kepentingan negara kafir imperialis itu. Jika para penguasa itu telah selesai perannya, mereka pun dicampakkan dan negara-negara kafir imperialis itupun mulai mencari wajah lain yang lebih sedikit noda hitamnya dari para penguasa itu!
Artinya, adanya pertarungan internasional di Libya dan Yaman adalah faktor yang memperpanjang pergerakan di Libya dan Yaman, jauh lebih lama dari yang terjadi di Tunisia dan Mesir.
3.   Adapun tentang intervensi, pada awal peristiwa sejak 17 Februari 2011 tampak bagi Amerika bahwa dia tertarik melakukan intervensi dan menerapkan zona larangan terbang. Kapal perang Amerika telah bergerak untuk mendekati perairan Libya … Dan seperti kebiasaannya, Amerika ingin mengontrol sendirian dalam masalah zona larangan terbang dan mengeksploitasi masalah tersebut seolah-olah Amerika melindungi “orang-orang yang melakukan revolusi”, dan melalui hal itu melakukan intervensi untuk merekayasa pengganti Qaddafi di Libya dan berikutnya pengaruhnya bisa menggantikan pengaruh Inggris …
Hanya saja pergerakan Inggris tidak terlambat. Inggris mengirimkan pesawat-pesawat ke Siprus. Kemudian Inggris bergabung bersama Prancis beraktivitas dalam masalah zona larangan terbang, bahkan mengirim delegasi ke Majlis Transisi di Benghazi … Hasilnya, Majlis Nasional menolaknya.
Intervensi Eropa berbeda dengan intervensi Amerika. Inggris memiliki kelas-kelas politik yang direkayasanya melalui pengaruhnya di Libya. Qaddafi adalah pengikut Inggris. Qaddafi melayani kepentingan Inggris sepanjang umur pemerintahannya. Dan sekarang ia sudah atau hampir jatuh. Maka Inggris memandang penting untuk berada di sisi anteknya di Libya dengan alasan zona larangan terbang sehingga bisa mengatur situasi politik dalam merekayasa pengganti Qaddafi. Karena itu, intervensi Inggris dengan cara “konstitusional” yang tepat menjadikannya dekat dengan antek-anteknya di Libya untuk menemukan di antara antek-anteknya itu orang yang bisa menggantikan posisi Qaddafi yang wajahnya telah menjadi paling hitam dan buruk di hadapan masyarakat. Sehingga posisi Qaddafi bisa digantikan oleh orang yang lebih sedikit noda hitam di wajahnya! Begitulah, intervensi Inggris secara militer dijadikan kedok bagi aksi politik bersama antek-anteknya di Libya. Hal itu menjelaskan keaktifan Inggris dan Prancis dalam masalah zona larangan terbang. Begitu pula aktivitas Inggris dan Prancis dalam keputusan-keputusan Uni Eropa pada pertemuan daruratnya hari ini, 11/3/2011.
Sudah jadi pengatahuan umum bahwa negara Eropa lainnya, Prancis dan Italia … memiliki kepentingan ekonomi yang besar. Karena itu mereka melakukan intervensi agar bisa menjaga kepentingan-kepentingan tersebut jika memungkinkan. Inggris memperkuat diri dengan mereka (negara Eropa lainnya itu) di sana berhadapan dengan Amerika … Inggris melakukan persiapan dan beraktivitas melalui antek-anteknya di dalam dan luar Libya untuk menerima kekuasaan ketika Qaddafi jatuh. Inggris memiliki orang-orang di antara para politisi di Libya yang bisa mengganti wajah mereka di hadapan masyarakat …
Untuk Amerika, Qaddafi tidak menyisakan kelas politik yang berjalan bersama Amerika. Karena itu, Amerika ingin memastikan dulu adanya pengikut-pengikut bagi Amerika sebelum melakukan intervensi secara militer.
Atas dasar itu, Amerika menunda-nunda intervensi sampai orang-orang yang melakukan revolusi itu paham bahwa Amerikalah yang menyelamatkan mereka dari neraka Qaddafi. Karena itu, mereka (orang-orang yang melakukan revolusi) mengharapkan bahkan makin bertambah harapannya agar Amerika melakukan intervensi, apalagi Amerika paham bahwa zona larangan terbang saja tidak bisa menyelesaikan permasalahan.
Begitulah, Amerika menunda-nunda intervensi, bukan karena tidak ingin melakukan intervensi, melainkan untuk memastikan adanya pengikut Amerika seandainya Amerika melakukan intervensi. Artinya Amerika ingin menjamin terealisasinya hasil-hasil yang sebanding dengan biaya intervensi sebelum benar-benar melakukan intervensi. Intervensi bagi Amerika merupakan beban yang besar:
Amerika tidak bisa memimpin perang yang ketiga. Amerika masih berperang di Afganistan dan Pakistan. Dan situasi di Irak belum berakhir. Sementara krisis finansial menimpanya, di mana Amerika belum berhasil pulih meski ada jaminan-jaminan dan laporan-laporan yang tidak benar. Hillary Clinton telah mengindikasikan hal itu dalam sambutannya di depan DPR Amerika Serikat. Ia mengeluhkan pemotongan anggaran kementerian luar negeri sampai setengahnya. Ia menggambarkan hal itu “Anggaran yang terlalu kecil untuk masa-masa sulit”. Menteri pertahanan AS, Robert Gates menyebutkan: “Langkah-langkah militer kadang kala memiliki hasil-hasil yang tidak langsung yang perlu dikaji dengan penuh perhatian” (Washingto Post, 2/3/2011). Maka keterlibatan Amerika secara langsung dalam perang ketiga akan menambah beban baginya dan akan menenggelamkannya lebih dalam dari apa yang di alaminya di kawasan-kawasan lain dan di dalam negerinya. Karena itu, Gates pada tanggal 1/3/2011 menjustifikasi dikeluarkanya perintah kepada dua kapal perang USS Kearsarge dan USS Ponce untuk bergerak mendekati perairan Libya. Gates menjustifikasi hal itu dengan alasan memberikan dukungan kemanusiaan. Maka Amerika mengirimkan militernya dengan dalih misi kemanusiaan! Begitulah …! Padahal hakikatnya, pengiriman kapal perang itu adalah untuk memonitor situasi dalam misi-misi militer, sehingga jika diperlukan Amerika bisa beraksi dari dekat! Juga untuk menakut-nakuti rezim Qaddafi disamping bersiap-siap untuk kemungkinan-kemungkinan terburuk dengan melancarkan pukulan ke Libya.
Bersamaan dengan semua itu, Amerika menjalin kontak dengan orang-orang yang melakukan perlawanan dan dengan para pemberontak. Clinton telah mengumumkan hal itu. Ia juga telah mengumumkan kontak-kontak lain dalam kunjungannya yang akan datang ke Kairo. Ia bekerja mendukung orang-orang yang melakukan perlawanan dan para pemberontak tanpa melakukan intervensi langsung, supaya AS bisa mendapatkan pengaruh, dengan jalan sebisa mungkin mendapatkan kepemimpinan di dalam negeri Libya dan bekerja menekan Qaddafi dari luar. Hingga jika AS tidak berhasil mendapatkan kepemimpinan atau hanya mendapakan sebagiannya saja, dan Amerika yakin untuk melakukan penetrasi yang tepat di dalam negeri Libya, maka pada saat itu AS menemukan harga yang layak untuk memikul beban dilakukannya intervensi militer.
Inilah sebab kelambanan Amerika dalam mengumumkan intervensi, atau mengumumkan hubungannya dengan pemberontak. Hal itu menunggu untuk terciptanya jaminan penetrasi politik yang efektif di dalam Libya. Tampak bahwa Amerika berjalan ke arah itu dan seolah-olah telah mendekati …
4.                   Adapun tentang bertahannya “pemberontak”, maka tampak jelas keteguhan mereka menghadapi penjahat Qaddafi. Buktinya adalah tekad mereka untuk menghadapi persenjataan berat Qaddafi dan mereka tidak takut. Mereka telah berhasil menghancurkan penghalang rasa takut dan mereka pun memanggul senjata. Sebagian dari satuan tentara bergabung dengan mereka. Mereka berhasil menguasai banyak daerah. Sejumlah suku pun bergabung dengan mereka. Mereka telah terbiasa dengan situasi baru. Perasaan Islami mereka bersinar … Semua ini menjadikan mereka maju menghadapi tentara bayaran Qaddafi dengan penuh gagah berani …
Hanya saja perbedaan persenjataan antara yang mereka miliki dengan yang dimiliki diktator Qaddafi memang sangat besar. Diktator Qaddafi memuntahkan “lava” dengan jalan bumi hangus kepada para pemberontak … Dan kekuatan imperialis, Eropa dan Amerika, memanfaatkan keunggulan persenjataan Qaddafi untuk menampakkan diri membantu para pemberontak. Dikhawatirkan kekuatan imperialis akan menemukan justifikasi yang mereka namakan “kemanusiaan” untuk melakukan intervensi guna menghentikan pembantaian berdarah yang dilakukan oleh Qaddafi …
Satu perkara yang menyedihkan bahkan memalukan, para penguasa Arab yang berdampingan dengan pembantaian berdarah di Libya diam saja tidak bergerak. Tentara mereka hanya diparkir di barak-baraknya. Mereka keluarkan tentara hanya untuk membunuh rakyat. Kalau untuk menolong orang-orang yang terzalimi diantara warga di Libya, mereka tidak menggerakkan tentara; bahkan para penguasa Arab itu tuli, bisu dan buta, maka oleh sebab itu mereka tidak mengerti…
Inilah yang dikhawatirkan dari peristiwa di Libya. Yaitu eksploitasi kaum kafir imperialis terhadap pembantaian berdarah yang dilakukan oleh diktator Libya. Sehingga para penjajah itu menemukan jalan untuk melakukan intervensi militer di Libya. Mereka tidak kekurangan pihak-pihak Arab atau Libya yang menyeru mereka untuk melakukan intervensi militer akibat pembantaian brutal yang terus berlangsung itu. Sekretaris Liga Arab telah mengisyaratkan masalah itu.
Kekhawatiran ini menyebabkan timbulnya kekhawatiran lainnya. Yaitu upaya Inggris untuk menjadikan antek-antek mereka sebagai pihak yang mengendalikan perkara di dalam aksi perlawanan tersebut. Tujuannya, jika rezim Qaddafi jatuh, maka Inggris bisa mendatangkan antek-anteknya itu. Demikian juga kekhawatiran, antek-antek Amerika akan memegang kendali jika mereka mampu menanamkan antek-anteknya dan membeli fitnah baru. Situasinya hingga sekarang belum berakhir baik untuk orang-orang mukhlis, untuk rezim Qaddafi antek Inggris, untuk antek-antek Inggris pengganti Qaddafi ataupun bagi antek-antek Amerika. Hingga meskipun perlawanan meraih kemenangan dan rezim Qaddafi tumbang, maka situasi tidak akan berakhir untuk salah satu di antara pihak-pihak itu, dalam jangka pendek. Hal itu disebabkan adanya intervensi negara-negara imperialis dan persaingannya secara diam-diam. Juga dikarenakan adanya antek-antek negara imperialis di tengah-tengah masyarakat yang berupaya untuk memegang kendali masalah. Tidak ada yang bisa menyelamatkan warga di Libya dari situasi itu kecuali mengadopsi Islam sebagai sistem hidup di dalam negara, masyarakat dan di dalam seluruh perkara secara jelas dan terang-terangan … Adapun di bawah slogan nasionalisme sebelumnya, maka semua orang akan masuk di bawah slogan itu dan setiap pihak akan bekerja untuk mengendalikan perkara dan memimpin masyarakat. Berikutnya darah suci yang tertumpah akan tersia-siakan tanpa terealisasi pemerintahan yang adil yang bisa menjadi tempat berlindung dengan aman dan selamat.
Inilah yang kami khawatirkan terhadap kaum Muslim di Libya disebabkan pengkhianatan para penguasa yang ada di sekitar mereka. Dan karena kaum kafir imperialis senantiasa mengintai negeri-negeri kaum muslim dan karena kediktatoran pembataian berdarah oleh tangan diktator Libya …
Yang wajib bagi umat adalah menekan para penguasa itu khususnya yang berdampingan dengan Libya, yakni di Mesir, Aljazair, dan Tunisia untuk menindak diktator itu dan agar tentara menghancurkannya selebur-leburnya supaya dia dan para begundal serta tentara bayarannya merasakan azab penghinaan di dunia dan azab neraka Jahim di Akhirat. Dan Allah maha perkara atas hal itu.
06 Rabiuts Tsani 1432 H
11 Maret 2011

Jubir HTI: Konyol,Kaitkan Bom Buku dengan Khilafah

“Mengkaitkan bom buku dengan upaya penegakkan khilafah merupakan cara konyol untuk mendeskriditkan gerakan khilafah,” ujar Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto kepada mediaumat.com, Sabtu (19/3) malam di Jakarta.
Cara konyol itu dilakukan lantaran tidak satu jalan pun yang dapat digunakan mereka untuk melawan atau membuktikan baik secara intelektual , rasional, emosional, maupun secara legal yang dapat mematahkan arus dukungan terhadap penegakkan khilafah.
“Secara legal, berdakwah untuk menyadarkan kaum Muslim agar kembali menegakkan khilafah merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi atau UU yang ada,” ujarnya.
Secara emosional, justru khilafah dekat dengan emosi umat Islam yang saat ini merasa tertindas, merasa lemah , tidak mampu menghadapi berbagai tantangan yang menghadang datang dari musuh musuh Islam, kecuali bersatu dalam satu komando seorang khalifah.
Secara rasional. “Apalagi yang bisa ditempuh umat Islam untuk menghadapi begitu banyak problem kecuali kembali kepada syariah dan khilafah?” tanyanya retorik.
Secara intelektual ini adalah gagasan yang mempunyai basis teori yang sangat kokoh baik secara teologi, maupun secara historis. “Ditambah lagi bahwa pengusungnya, HTI, itu tidak pernah menggunakan jalan kekerasan di dalam menyampaikan penyadaran ini,” ungkapnya.
“Sekali lagi, mereka sangat kesulitan untuk membendung berkembangnya gagasan yang semakin hari semakin diterima oleh masyarakat,” tegasnya
Hal itu setidaknya dibuktikan dari berbagai survei. “Baik dilakukan oleh lembaga riset nasional, baik yang netral maupun yang jelas-jelas berkiblat pada paham sekuler, seperti Setara Institute beberapa bulan lalu,” paparnya.
Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris, Ansyaad Mbai dalam diskusi “Setelah Bom Buku, Terbitlah Isu” yang diadakan Radio Trijaya di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 19 Maret 2011 menyatakan bahwa target dari bom buku ini adalah para penghalang khilafah. Namun para pengamat menilai bom berdaya ledak rendah ini merupakan bentuk pengalihan isu yang dilakukan pemerintah karena tersudut dengan berbagai pemberitaan yang mengungkap skandal pemerintah, seperti kasus Wikileaks, Century, dan Gayus. [] joko prasetyo/mediaumat.com

Inggris Menendang Salih Seperti Amerika Menendang Mubarak

Kantor Penerangan Hizbut Tahrir
Wilayah Yaman
NO         : H.T.Y 63
Tanggal : 12 Rabiuts Tsani 1432 H/17 Maret 2011 M
Keterangan Pers
Inggris Menendang Salih Seperti Amerika Menendang Mubarak
Inggris mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak diperkirakan oleh Ali Abdullah Saleh dan rezimnya. Menteri luar negeri Inggris, Wiliam Hague, pada Sabtu (12/3) mengatakan kepada kantor berita AFP tentang transisi kekuasaan secara damai di Yaman. Berikutnya, Forum Yaman yang ada di bawah program Timur Tengah dan Afrika Utara, The Royal Institute of International Affairs, di Catham House Inggris yang selama ini merawat pemerintah di Yaman, melalui Ginny Hill mengatakan, “Waktu untuk menghentikan pergeseran di Yaman telah lewat”. Sebelumnya telah dikeluarkan arahan dari kementerian luar negeri Inggris kepada warganya untuk meninggalkan Yaman. Kantor berita Rusia pada 5 Maret juga mengutip adanya arahan untuk tidak pergi ke Yaman.
Semua itu datang setelah aparat keamanan Yaman mengepung para pengunjuk rasa dan menyerang mereka di Shana’a pada Sabtu (12/3) dengan menembakkan peluru tajam dan gas yang melumpuhkan. Akibatnya satu orang tewas dan yang lain koma; sesuatu yang belum terjadi sebelumnya, sehingga menyulitkan para dokter untuk mengobatinya.
Sikap Inggris itu datang setelah makin banyak para pendukung dari kalangan media, dokter, berbagai suku dan lainnya, yang bergabung dengan para pengunjuk rasa di depan Universitas Shana’a dan Liberty Square dengan melakukan konsolidasi dan perjuangan. Syaikh Utsman di Aden dan dari kota-kota Yaman lainnya juga ikut bergabung. Semuanya menuntut perginya Ali Abdullah Saleh sebagai efek dari peristiwa Mesir. Juga akibat pengunduran diri massal para pejabat dari Partai Konggres yang berkuasa, pengunduran diri lima gubernur “Aden, Lahj, Abyan, Hadramaut dan Aljauf”, pengunduran diri komandan poros Al-Anad dan pengunduran diri gubernur Alhadidah.
Sikap Inggris itu juga datang pada waktu mereka khawatir dengan rencana-rencana Amerika yang bertujuan menumbangkan antek-antek Inggris, memfragmentasi Yaman dan mendudukkan antek-antek mereka di kursi kekuasaan menggantikan antek-antek Inggris. Ingat, Inggris-lah yang mendatangkan Ali Abdullah Saleh ke tampuk kekuasaan pada tahun 1978 setelah Inggris menghancurkan Ibrahim al-Hamdi dan mengorbankan Ahmad al-Ghasymi.
Dengan itu Inggris telah mengirim isyarat pertama kepada antek mereka, Ali Abdullah Saleh, untuk meninggalkan kursi kekuasaan. Hal itu seperti yang dilakukan Amerika kepada antek mereka, Mubarak, untuk meninggalkan kursi pemerintahan setelah pengunjuk rasa makin bertambah banyak di Mesir, karena khawatir Mesir akan terlantar dan kembali lagi ke pangkuan pengaruh Inggris.
Satu yang ironis, nama-nama mereka Saleh dan Mubarak, sementara perbuatan-perbuatan mereka tidaklah saleh ataupun diberkahi! Kantor Penerangan Hizbut Tahrir wilayah Yaman, sebelum jatuhnya Mubarak, telah mengeluarkan keterangan pers pada 8/2/2011 dengan judul “Ali Abdullah Saleh Khawatir Menjadi Giliran Berikutnya Setelah Mubarak”. Dan inilah sekarang tiba waktunya kedua orang itu bertemu di keranjang sampah sejarah seperti banyak orang dari para pendahulu mereka. Para penguasa lain akan segera menyusul mereka. Hal itu agar umat kembali memegang kendali urusan mereka sendiri dan melanjutkan kehidupan Islam dengan tegaknya daulah Khilafah, mengangkat seorang Khalifah yang dibaiat untuk memerintah dengan Islam, menyatukan kembali umat Islam dari yang terdekat hingga yang paling jauh di bawah panji al-‘Uqab, mengakhiri kontol kafir terhadap umat dan mengembalikan kemuliaan dan keagungan umat.
…وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (QS Yusuf [12]: 21)

Apa Yang Terjadi di Bahrain, Bukti Penguasa Saling Tolong Menolong Melawan Kaum Muslim

Kantor Penerangan Pusat
Hizbut Tahrir
No          : 21/1432 H
Tanggal : 11 Rabiuts Tsani 1432 H/16 Maret 2011 M
Apa Yang Terjadi di Bahrain!
Kembali Membuktikan Para Penguasa Itu Saling Tolong Menolong Melawan Kaum Muslim
Rezim-rezim Teluk, terutama yang ada di sekitar Bahrain, bersegera mengirimkan pasukan bersenjata lengkap untuk menekan para demonstran yang keluar menentang kediktatoran dan kezaliman raja Bahrain dan sekutunya, Perdana Menteri, yang telah mengangkangi kursi kekuasaan sejak lebih dari empat puluh tahun lalu. Para penguasa itu berupaya membenarkan tindakan kejamnya terhadap para demonstran dan pembunuhan mereka, dengan jalan mengangkat ketakutan akan fitnah sektarian (Sunni-Syiah). Juga dengan klaimnya melindungi keamanan nasional yang terancam. Mereka mengumumkan kodisi darurat untuk menjustifikasi tiraninya terhadap kaum Muslim di Bahrain.
Sebelumnya, rezim Asad telah terlibat membela rezim penjahat dan pembunuh, Qaddafi, dengan jalan mengirim pasukan untuk mendukung rezim kriminal dan menghancurkan warga Libya. Ia menduga hal itu dapat menghalangi revolusi menjalar ke Suriah!! Dan sebelumnya, Qaddafi, membela rezim diktator di Tunisia dan membela Ben Ali sang musuh Islam. Qaddafi memuji Ben Ali dan rezimnya seraya mengkambinghitamkan kaum Muslim warga Tunisia! Begitulah, para penguasa itu saling tolong menolong melawan musuh bersama mereka yaitu anak-anak umat Islam ini yang terzalimi dan tertindas!!
Di tengah berbagai peristiwa yang bergerak cepat di kawasan ini, wajib diingatkan hal-hal berikut:
Pertama, realitas umat Islam dari timur hingga barat adalah sama, sejak kaum kafir berhasil menghancurkan Daulah Khilafah pada tahun 1924 M … Mereka membagi tubuh umat menjadi lebih dari lima puluh entitas ilusif. Mereka pisahkan mereka dengan garis-garis batas di atas kertas yang dipaksakan kepada umat dengan kekuatan dan senjata! Kemudian Barat menobatkan penjaga bagi entitas-entitas itu, dengan apa yang mereka namakan penguasa. Kepada para penguasa itu Barat mendelegasikan hal-hal berikut:
1.       Tugas memerangi Allah, Rasul-Nya dan kaum Muslim, serta menghukum siapa saja yang menjunjung panji kebenaran dan menyerukan kebenaran, serta berjihad untuk menghilangkan kezaliman dan membebaskan umat dari hegemoni penjajah barat.
2.       Tugas menciptakan fitnah di tengah masyarakat untuk menjauhkan mereka dari agamanya dengan memaksakan sistem, undang-undang dan konstitusi. Masyarakat diharuskan berhukum kepada aturan-aturan positip buatan manusia yang diambil dari peradaban barat yang rusak. Juga tugas untuk menghalangi tegaknya Daulah Khilafah dengan segala kekuatan mereka!

Kedua, di tengah revolusi anak-anak umat ini menjadi tampak jelas bagi setiap orang yang memiliki penglihatan, sejauh mana ketakutan yang merayapi ibukota-ibukota barat! Para pemimpin mereka pun menyerukan untuk memikirkan, berkonspirasi, dan mengatur cara memutus siklus, agar bangunan yang telah mereka bangun selama beberapa dekade tidak hancur, dan untuk menghalangi kembalinya Daulah Khilafah ke dunia yang akan mengembalikan kepemimpinan dunia ke tangan umat Islam!!
Ketiga, inisiatif-inisiatif dan reformasi-reformasi yang sengaja dilakukan para penguasa untuk meringankan kebrutalannya terhadap anak-anak umat, tidak sedikitpun akan menyelamatkan mereka. Tetapi semua itu justru menjadi pertanda kejatuhan mereka yang makin dekat! Demikian pula, tindakan keras berdarah dan brutal serta politik bumi hangus di Libya, Yaman dan lainnya, tidak lain ibarat gerakan hewan disembelih yang menunggu nyawanya keluar …
Keempat, Meskipun barat berhasil menghancurkan Daulah Islam, tetapi Barat tidak mampu menghancurkan akidah Islam di dada anak-anak Islam yang baik! Dan inilah anak-anak umat. Mereka tidak mau diam dan tunduk kepada kezaliman orang-orang zalim. Maka revolusipun bertolak dari Tunisia az-Zaytunah, dan dengan cepat menyebar ke Mesir al-Kinanah, lalu Libya, Yaman, Bahrain, bahkan Azerbaijan … dan Revolusi itu sedang berjalan ke seluruh negeri kaum Muslim … Kami memohon kepada Allah agar kemenangan diperuntukkan bagi kaum Muslim …
Sungguh apa yang terjadi itu telah menjelaskan dengan gamblang bahwa umat berada di satu parit, sementara barat dan para penguasa antek berada di parit lain yang berjauhan…
Wahai Kaum Muslim …
Wahai Orang-Orang Yang Melakukan Revolusi …
Wahai Orang-orang yang gagah berani
1.       Sungguh pergerakan para penguasa teluk dan Suriah, dan sebelumnya Libya, untuk menolong para penguasa yang lain melawan anak-anak umat ini, menjadi bukti yang jelas dan gamblang bahwa mereka mampu melancarkan aksi militer … Akan tetapi sayangnya bukan untuk menolong dan membebaskan al-Aqsa yang tertawan … Bukan pula untuk menolong dan membebaskan Irak … Melainkan justru untuk membunuh anak-anak umat ini dan mempertahankan singgasana mereka dan membela tuan-tuan mereka di barat!! Maka jangan percaya kepada mereka apapun yang mereka katakan! Jangan percaya kepada pengkhianat, bagaimana pun ia mengklaim memenuhi janji!!
2.       Demontrasi-demonstrasi yang penuh kemarahan di Yaman adalah demonstrasi Anda … Demonstrasi-demonstrasi di Libya adalah demonstrasi Anda … Berbagai demonstrasi di Suriah adalah demonstrasi Anda … Berbagai demonstrasi yang terjadi di Aljazair adalah demonstrasi Anda … Berbagai demonstrasi di Uzbekistan adalah demonstrasi Anda …Anda adalah anak-anak umat yang satu. Anda mengimani Rabb yang satu. Nabi Anda satu dan kitab Anda juga satu. Maka jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara … Jadilah layaknya hati seorang laki-laki … Di dalam Shahih Muslim dinyatakan: dari an-Nu’man bin Basyir, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
« اَلْمُسْلِمُوْنَ كَرَجُلٍ وَاحِدٍ إِنْ اِشْتَكَى عَيْنُهُ اِشْتَكَى كُلُّهُ وَإِنْ اِشْتَكَى رَأْسُهُ اِشْتَكَى كُلُّهُ »
Kaum muslim itu ibarat satu orang laki-laki. Jika matanya sakit maka semua tubuhnya (ikut merasakan) sakit, dan jika kepalanya sakit maka seluruh tubuhnya ikut merasa sakit
Sesungguhnya kami di Hizbut Tahrir:
1.       Menyeru umat seluruhnya untuk merapatkan barisan dan bersatu serta menentukan musuh yang sama. Juga agar mengumumkan dengan jelas bahwa revolusi itu adalah satu, panjinya satu yaitu panji Rasulullah, panji Lâ lâ ilâha illâlLâh Muhammad RasûlulLâh, dan bahwa panji-panji selainnya yang dibuat penjajah Barat berdasarkan perjanjian Sykes-Picot adalah panji yang batil dan tertolak …
2.       Kami menyeru ahlul quwwah wa al-man’ah di antara para perwira dan komandan militer, bahwa telah tiba waktunya berpihak kepada umat dalam peperangannya, sehingga mereka menyatukan tangan dengan tangan saudara-saudara mereka kaum Muslim yang mukhlis untuk berjuang bersama mencampakkan para penguasa pelayan barat, dan membaiat seorang Khalifah yang akan memerintah dengan syariah Allah di dalam negeri dan memimpin armada mujahid untuk membebaskan umat dari semua pengaruh dan kendali penjajah barat.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (QS al-Anfal [8]: 24)
Utsman Bakhasy
Direktur Kantor Penerangan Pusat Hizbut Tahrir
Al-Mazraa P.O Box 14-5010 Kolombia Center blok B lt. 2 Beirut Lebanon
Telp : 009611307594 HP. 0096171724043
media@hizb-ut-tahrir.info

HT Amerika: Khilafah Satu-satunya Jalan Perubahan Bagi Kondisi Kaum Muslim

بسم الله الرحمن الرحيم
Khilafah Satu-satunya Jalan Perubahan Bagi Kondisi Kaum Muslim
Kaum muslim keluar secara massal dalam jumlah ribuan bahkan jutaan di Tunisia, Mesir, Yaman, dan Libya, menuntut perubahan penguasa dan rezim mereka yang telah mendatangkan kerusakan dan kehancuran bagi kaum Muslim selama beberapa dekade. Keluarnya kaum Muslim itu merupakan penegasan atas hak mereka bahwa kekuasaan adalah milik umat; di mana merekalah yang memilih penguasa. Hak ini telah dirampas para penguasa jahat, dan raja-raja despot. Kami ingin menjelaskan beberapa hal berikut:
1.       Rasa takut yang ditanam para penguasa di hati kaum Muslim lebih dari enam puluh tahun melalui kezaliman, penindasan, penangkapan, penyempitan untuk mencari rezki hingga membuat masyarakat tidak berpikir kecuali masalah makan dan minum mereka; semua itu telah hilang dan pengaruhnya tidak akan kembali lagi di hati masyarakat. Warga Libya memberikan contoh paling berani dalam menentang penguasa diktator dengan dada-dada telanjang mereka. Mereka lebih mengutamakan kematian daripada tetap berada di bawah rezim rusak lagi sombong. Itu merupakan ketentuan pokok: tidak takut, tidak pengecut, dan berpegang pada apa yang diperintahkan Allah SWT.
2.       Para penguasa itu telah melayani barat dengan tulus dalam jangka waktu panjang. Mereka telah memerangi umatnya dan membunuhi kaum Muslim untuk mendekatkan diri kepada tuan-tuan mereka. Tetapi pada saat barat melihat kejatuhan para penguasa itu telah makin dekat, barat mencampakkan dan melemparkan mereka di sini dan di sana, seperti kondisi Ben Ali dan Mubarak. Di sini terdapat pelajaran bagi orang-orang yang memiliki pandangan. Bagi barat yang penting adalah kemaslahatannya saja, tanpa memandang siapa yang bisa memberikannya kepada mereka. Di sinilah kaum Muslim harus memahami hakikat ini dan tidak terpedaya dengan janji-janji palsu, mimpi-mimpi bohong dan berbagai kemaslahatan ilusif yang disiapkan pemerintahan-pemerintahan yang silih berganti. Kaum Muslim harus memahami bahwa kebaikan ada dalam keikhlasan kepada Allah, agama-Nya, dan kaum Muslim.
3.       Setiap hari terungkap sejauh mana kehipokritan barat dan ketidakpeduliannya terhadap kaum Muslim. Barat telah membantu para penguasa itu selama bertahun-tahun tanpa peduli dengan kezaliman, perampokan dan pembunuhan yang dilakukan para penguasa itu terhadap kaum Muslim. Amerika misalnya, dahulu mendukung dan menopang rezim Mubarak lebih dari tiga puluh tahun. Satu haripun Amerika tidak pernah peduli dengan apa yang dilakukan rezim Mubarak terhadap kaum Muslim. Bahkan Amerika tidak menganggap Mubarak seorang diktator seperti yang dengan gemblang diungkapkan oleh wapres Biden beberapa hari sebelum jatuhnya Mubarak. Begitulah, Amerika mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer di Libya dan sebaliknya tidak bergerak serta tetap diam di kawasan lain.
4.       Barat dan rezim-rezim berkuasa berupaya memalingkan kaum Muslim dari berpikir tentang tatacara dan metode perubahan yang benar. Maka Anda melihat media massa memfokuskan terhadap ide-ide demokrasi dan slogan-slogan nasionalisme. Sebaliknya media-media massa itu tidak menyebut ide atau slogan Islami ke arah kebangkitan yang benar, atau berita-berita yang menuntut Islam. Barat menggunakan cara pergantian wajah penguasa untuk mengelabui kaum Muslim dan untuk menjaga rezim-rezim yang tunduk kepadanya. Telah tampak jelas solusi mendasar bagi permasalahan-permasalahan kaum Muslim bahkan permasalahan seluruh dunia, dan bahwa perubahan yang benar bagi kondisi kaum Muslim, adalah dengan mewujudkan daulah Khilafah yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Khilafah adalah satu-satunya sistem yang mampu mendatangkan kebahagiaan, keadilan dan rahmat bagi umat manusia seluruhnya. Bagaimana tidak, Khilafah adalah sistem yang diturunkan oleh Allah SWT. Maka bergegaslah wahai kaum Muslim untuk berjuang sungguh-sungguh mewujudkan negara baru ini yang telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kaum Muslim. Khilafah telah tiba waktunya. Tanda-tanda dan kabar gembiranya juga sudah tampak. Allah SWT berfirman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS an-Nur [24]: 55)
Rasulullah saw telah bersabda:
« … ثمًّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُبُوَّةِ »
Kemudian akan ada Khilafah yang berjalan menurut manhaj kenabian
27 Rabiul Awal 1432 H
02 Maret 2011 M
Hizbut Tahrir Amerika

Gaddafi: Mengapa Barat Mencampakkanku?

Pada sore hari tanggal 15/3/2011 channel TV Jerman “RTL” menyiarkan wawancara dengan Gaddafi, di mana sang kriminal ini dalam wawancara itu mengklaim bahwa “Libya hanya sedang mengalami insiden kecil saja, di mana sebagian besar situasi negara dalam keadaan tenang dan normal, serta tidak ada aksi-aksi demonstrasi.” Ia membantah bahwa “Dirinya telah melakukan penindasan terhadap para demonstran damai.” Bahkan ia bersumpah bahwa ia akan menghancurkan kekuatan kaum Muslim di Libya yang mencoba untuk melawan rezim tirannya. Dan ia menyebut kaum Muslim yang melawannya sebagai “gerombolan yang berafiliasi dengan al-Qaeda.”
Gaddafi mengecam negara-negara Barat yang telah mendukungnya selama empat dekade. Ia tidak habis pikir, “Apa yang telah saya lakukan yang mengecewakan mereka?! Ia mengatakan bahwa “Dirinya tidak dipercaya lagi oleh Barat, perusahaan-perusahaan Barat, dan para duta besar negara-negara mereka.” Bahkan ia mengatakan bahwa “Mereka semua terlibat dalam konspirasi untuk melenyapkan dirinya.”
Dalam kesempatan itu, ia juga mengecam Sarkozy dengan mengatakan: “Benar Sarkozy itu teman saya, tapi saya yakin bahwa ia sudah gila. Ia menderita sakit jiwa, begitulah yang dikatakan oleh orang-orang di sekelilingnya, yang mengatakan bahwa ia menderita sakit jiwa.”
Gaddafi sedang dalam kondisi kontradiksi dan kacau secara permanen. Ia berkata kepada surat kabar Italia “Il  Giornale” bahwa “Ia sedang memasuki sebuah peperangan melawan al-Qaeda. Dan ia akan meninggalkan koalisi internasional dalam melawan terorisme jika Barat memperlakukannya secara negatif, seperti yang terjadi pada mantan presiden Irak Saddam Hussein. Bahkan sebaliknya, ia akan bersekutu dengan al-Qaeda menyatakan Jihad, dan mengecam teman baiknya Perdana Menteri Italia, Berlusconi.”
Perlu diketahui bahwa penasehat khusus politiknya adalah mantan Perdana Menteri Inggris, musuh Islam, Tony Blair, di mana Gaddafi membayar Blair hingga satu juta dolar dalam setiap bulannya.
Dalam hal ini, anaknya yang bernama Saif al-Islam pada tanggal (6/6/2010) menyebutkan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Inggris “Daily Mail” bahwa Blair bertindak sebagai konsultan untuk dana pemerintah Libya yang mengelola kekayaan minyak Libya, yang nilainya diperkirakan lebih dari 94 miliar dolar.
Saif al-Islam menambahkan dengan mengatakan: “Blair telah membangun hubungan yang sangat istimewa dengan ayah saya. Bahkan bagi kami, Blair adalah teman pribadi dalam keluarga kami. Saya pertama kali bertemu dengan empat tahun yang lalu di kantor Perdana Menteri Inggris, dan sejak itu saya sering bertemu dengannya di Libya, di mana ia tinggal di rumah ayah saya, sebab ia sering datang ke Libya.”
Bahkan pada suatu hari putra Gaddafi ini terlihat begitu membela terhadap “hak Blair dalam memmanfaatkan berbagai kontraknya dengan Libya”, di mana ia mengatakan: “Ada banyak orang yang cemas dan bahkan marah kepadanya karena Irak, dan karena begitu mudahnya ia bekerja sama dengan Otorita Investasi Libya. Dalam hal ini, adalah hak Tony Blair untuk menghasilkan uang. Dan ini adalah hal yang lumrah bagi seorang pengusaha.” Putra Gaddafi ini menegaskan bahwa “Ada hubungan khusus antara Libya dan Inggris.”
Sementara berbagai laporan menunjukkan bahwa satu bulan setelah tidak lagi sebagai Perdana Menteri, Blair mengunjungi Gaddafi, dan disusul penandatanganan perjanjian antara perusahaan British Petroleum (BP) dengan perusahaan minyak negara Libya senilai 900 juta dolar.
Sehingga dengan semua ini, Gaddafi seolah-olah berhak untuk mengecam Barat ketika Barat mencampakkannya. Bahkan ia merasa berhak mempertanyakan alasan mengapa ia dicampakkan, padahal ia belum pernah melakukan sesuatu yang mengecewakannya!
Dengan demikian ia mengakui bahwa dirinya adalah budak Barat selama beberapa dekade pemerintahan tiraninya di Libya. Bahkan selama itu ia tidak pernah melakukan apa pun yang mengecewakannya. Untuk itu, ia telah memerangi Islam, mengingkari as-Sunnah, menghukum mati para aktivis Hizbut Tahrir yang melawan tiraninya ketika itu, menghukum mati mereka yang dengan ikhlas melakukan perubahan, dan dengan sengaja menyimpangkan makna al-Quran. Ia juga telah menghina kaum Muslim Libya, dan menjadikannya umat yang miskin, serta menjadikan negaranya terbelakang. Sebaliknya, ia membuka pintu selebar-lebarnya untuk perusahaan-perusahaan Barat agar dapat dengan mudah menjarah kekayaan umat ini, serta menyimpan uang rakyat di bank-bank dan perusahaan-perusahaan Barat untuk mendanai aktivitas perekonomian Barat. Sehingga dengan semua pengabdiannya ini, ia merasa berhak untuk bertanya, seperti pertanyaan seorang budak yang mengabdi dengan ikhlas pada Tuannya, negara-negara Barat penjajah. Ia berkata: “Apa yang membuat Anda kecewa, wahai tuanku, Barat. Padahal aku belum pernah melakukan sesuatu, kecuali atas perintah Anda, atau Anda telah mengizinkan saya untuk melakukannya!
Akan tetapi tuannya, Barat, telah siap untuk menjualnya jika tuannya melihat bahwa hal itu perlu dilakukan, atau tuannya melihat adanya bahaya dengan tetap mempertahankannya. Dengan demikian, ia seorang budak yang keberadaannya tidak ada harganya sama sekali, selain sebagai alat yang dirawat jika menguntungkan dan dicampakkan jika membahayakan.
Oleh karena itu, ketika kaum kafir Barat penjajah telah melihat kaum Muslim Libya sedang menentang dan melawan budaknya yang telah banyak melakukan kejahatan dan penindasan terhadap masyarakat lemah, seperti yang telah dilakukan terhadap budaknya di Tunisia dan Mesir, maka kaum kafir penjajah ini sangat ketakutan akan tumbangnya budak mereka, Gaddafi. Akibatnya kepentingan mereka akan lenyap, dan sangat berbahaya tetap mempertahankannya.
Akhirnya, Barat berusaha menunggangi gelombang demonstrasi, dan berpura-pura mendukung tuntutan masyarakat untuk melengserkan Gaddafi, yaitu budak yang selama empat dekade selalu mendapatkan restunya dalam setiap kejahatannya.
Inggris yang sebelumnya telah menemui Gaddafi dan mendukungnya, bahkan putranya yang bernama Saif al-Islam telah disiapkan oleh Inggris untuk menggantikan ayahnya. Dan hal ini terungkap pada tahun yang lalu dalam wawancara dengan surat kabar Inggris “Daily Mail”.
Perlu diketahui bahwa sejak pertama Gaddafi menguasai pemerintahan, Hizbut Tahrir telah mengingatkan umat Islam dengan membuka kedok Gaddafi yang menjadi antek Inggris.
Inggris telah memperdaya negara-negara Eropa untuk datang ke Libya agar membantu dan mendukungnya dalam menghadapi Amerika yang ingin merebut posisinya, hingga menghadapi di antara umat Islam yang ikhlas yang berusaha menjatuhkannya sejak awal. Dengan demikian, masalahnya tidak lagi menjadi masalah bagi Ingris sendirian, melaikan masalah bagi seluruh negara Barat (kantor berita HT, 21/3/2011).

Diktator Qaddafi dan Kelemahan Para Penguasa Muslim

[Al Islam 549] Sejak berkuasa pada 1 September 1969, Qaddafi telah banyak melakukan kekerasan, penyiksaan dan pembunuhan. Diantara yang terekspos:
  • Pada tahun 1970 Qaddafi memerintahkan polisi dan pasukan keamanan Komite Rakyat menangkap ratusan warga Libya yang menentang atau pihak yang dikhawairkan dapat menentang pemeritahannya.
  • Pada tahun 1976, sebanyak 22 perwira dieksekusi.
  • Pada tahun 1980 Qaddafi menjatuhkan hukuman mati kepada orang-orang asing yang dia sebut “anjing liar”.
  • Pada tahun 1988 menurut laporan Amnesti Internasional, Qaddafi melakukan penangkapan sewenang-wenang, penghilangan, penyiksaan dan hukuman mati.
  • Human Right Watch menyatakan, pada tahun 1996 rezim Qaddafi menembak mati lebih dari 1000 orang di penjara Abu Salim.
  • Dalam pidatonya pada peringatan khataman mushhaf keseratus, 3 Juli 1978 di Universitas Mawla Muhammad di Tripoli, Qaddafi mengatakan bahwa hadits-hadits Nabi saw itu tidak boleh diambil, dan wajib hanya mengambil al-Quran saja. Koreksi dari Hizbut Tahrir melalui delegasi pada 27 Ramadhan tahun itu dan Memo kepadanya, dia tanggapi dengan berang. Berikutnya Rezim Qaddafi menangkapi syabab Hizb. Diantara mereka sebanyak 13 orang dieksekusi pada bulan April 1983 dan April 1984 di depan khalayak.
Kebiadaban Qaddafi tidak berhenti hingga hari ini. Dia menggunakan tentara dan orang-orang bayaran dengan senjata, bom dan berondongan peluru untuk menghadapi rakyat yang berdemonstrasi menuntutnya lengser. Akibatnya menurut Francois Zimeray, Direktur Human Right Watch, yang menyaksikan kondisi dilapangan, jumlah korban yang tewas sampai akhir Februari sudah mencapai 2.000 orang dan ribuan lainnya luka-luka (lihat, eramuslim.com, 25/2/11).
Tragedi itu dijadikan alasan PBB untuk melindungi warga sipil dengan mengeluarkan resolusi 1973/2011. Lalu AS, Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada pun melancarkan intervensi (serangan) militer membom berbagai sasaran di Libya.
Sesungguhnya tanpa barat imperialis, para peguasa kaum Muslim bisa menghentikan kebiadaban Qaddafi. Sebab Mesir saja memiliki 405 pesawat tempur (Mirage 2000, F-16, F-4 dan Mig 21), 3723 tank (Т-54, Т-55, dan Т-62 dari Uni Soviet dan M1 Abrams buatan AS), 5000 wagon panser lapis baja, ribuan artileri dan 1,1 juta tentara (rakyatmerdekaonline.com, 2/2/11). Ironinya, mereka lebih memilih bersikap lemah.
***
بسم الله الرحمن الرحيم
Diktator Libya dengan Pembantaian Berdarahnya dan Kelemahan Para Penguasa Kaum Muslim dalam Menolong Libya; Mereka Bersekutu dalam Kejahatan Intervensi Militer Prancis, Inggris, dan Amerika!
Mulai malam 19-20/3/2011 negara-negara Barat melakukan serangan udara dan menembakkan rudal-rudal dari laut ke berbagai sasaran di Libya. Negara-negara Barat itu memanfaatkan kelemahan para penguasa kaum Muslim, khususnya Mesir dan Aljazair untuk menolong warga Libya dan menyelamatkan mereka dari pembantaian Qaddafi yang dilakukan bersama kaki tangannya dan orang-orang bayaran …
Sungguh ini benar-benar tragedi, di mana diktator Libya dengan pembantaian berdarahnya, membuka ruang bagi intervensi militer Barat di Libya… Sungguh ini benar-benar tragedi, di mana para penguasa Arab, bahkan seluruh penguasa di negeri-negeri Islam, ikut andil dalam kejahatan tersebut dengan tidak menolong Libya menghadapi diktator (Qaddafi)… Seharusnya mereka segera mengerahkan pasukan untuk menolong Libya, sehingga kediktatoran dapat dihancurkan dan intervensi negara-negara Barat di negeri kaum Muslim dapat dicegah… Dan sungguh ini benar-benar tragedi ketiga, di mana kaum Muslim memasukkan ke dalam rumah-rumah mereka “ular berbisa” untuk mengatasi bahaya!
Diktator Libya dengan pembantaian berdarahnya, dan para penguasa yang tidak menolong warga Libya dari tangan diktator itu, telah bersekutu dalam kejahatan. Akibatnya tercipta alasan bagi Barat melakukan intervensi secara militer; setelah intervensi secara politik dengan Resolusi PBB 1973, dengan dalih penyelamatan kemanusiaan bagi warga Libya. Padahal di saat yang sama, negara-negara Barat itu tidak pernah mengenal kemanusiaan, kecuali mendapat bayaran. Bukan sembarang bayaran, tetapi bayaran keji yang merealisasi kepentingan-kepentingan mereka di negeri-negeri kaum Muslim!
Wahai kaum Muslim! Bagaimana umat akan memiliki kehidupan yang tenang sementara mereka melupakan firman Allah SWT:
وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ
Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan (QS al-Anfal [8]: 72)
Dan tidak menolong saudaranya seagama yang dizalimi Qaddafi? Bagaimana kehidupan akan baik, sementara umat melupakan sabda Rasulullah saw:
«الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ»
Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana satu bangunan saling menopang satu sama lain dan beliau mengeratkan jari-jemari beliau satu sama lain (HR al-Bukhari)?
Bagaimana umat bisa berdiri di atas kedua kakinya sendiri, sementara mereka tidak melihat orang yang akan menyelamatkannya dari kediktatoran penguasanya, kecuali yang datang justru musuh-musuhnya?!
Wahai kaum Muslim…! Musibah umat ini adalah akibat para penguasanya … Juga akibat sikap diam umat terhadap bencana-bencana dari para penguasa zalim dan diktator. Maka umat pun ditimpa musibah berupa azab seperti yang terjadi selama ini, bukan hanya di akhirat saja, tetapi hingga di dunia. Dan sekarang umat melihat musuh-musuhnya membombardir negerinya, mengelilingi langitnya, dan melanggar kehormatannya.
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لاَ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS al-Anfal [8]: 25)

Orang zalim dihukum karena kezalimannya. Sedangkan orang yang dizalimi mendapat siksa karena sikap diamnya terhadap kezaliman. Abu Bakar ash-Shiddiq ra berkata: Aku mendengar Rasul saw bersabda:
«إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ»
Sesungguhnya manusia jika melihat orang berbuat zalim lalu ia tidak menindak dengan kedua tangannya, maka hampir-hampir Allah meratakan azab dari sisinya (HR Ahmad)

Sesugguhnya para penguasa itu, mereka berupaya menjaga kursi kekuasaannya yang doyong dan semu. Mereka tidak segan-segan menumpahkan darah, melayani musuh, menjual negeri, dan penduduknya … Singgasana mereka adalah tuhan-tuhan mereka.
قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (QS at-Tawbah [9]: 30)

Diktator Libya tahu bahwa masyarakat tidak lagi menginginkannya. Ia juga tahu bahwa Inggris yang dahulu mengantarkannya ke kursi pemerintahan selama empat puluh tahun, akan mencampakkannya ke pinggir jalan, ketika perannya telah usai. Dan sekarang ini perannya telah atau hampir selesai. Sesunggunya sudah ada pelajaran dari yang lain. Seandainya dia berakal, niscaya dia mundur dari pemerintahan dan berlalu. Tetapi ia lebih memilih berakhir di atas tengkorak-tengkorak kaum Muslim di Libya dan mengundang intervensi musuh-musuh kaum Muslim, tanpa merasa malu kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukmin!
Wahai kaum Muslim, wahai para penguasa di negeri kaum Muslim, wahai penguasa Mesir al-Kinanah…! Tidak adakah di antara Anda orang yang cerdas, sehingga ia menyadari suatu masalah sebelum menjadi serius dan kritis, lalu menggerakkan pasukan ke Libya untuk menyelamatkan Libya dari diktator Qaddafi dan mengembalikan senyum kepada warga Libya; Ia lenyapkan dalih yang bisa digunakan Barat untuk menjamah langit dan tanah Libya dengan pesawat-pesawat dan rudal-rudalnya? Tidak adakah di antara Anda orang yang cerdas, sehingga ia menghentikan intervensi militer Barat yang menghinakan kaum Muslim ini? Sungguh, itu benar-benar tragedi. Dan itu termasuk problem dunia, di mana orang yang dizalimi tidak menemukan orang yang menyelamatkannya dari orang zalim, kecuali musuhnya sendiri! Apakah satu setengah miliar orang tidak mampu menyelamatkan Libya dari kediktatoran Qaddafi, sehingga masyarakat memilih musuhnya untuk menyelamatkan mereka!
Wahai kaum Muslim…! Belum tibakah saatnya bagi Anda untuk memahami apa yang telah dan terus diserukan oleh Hizbut Tahrir, bahwa tegaknya Khilafah sajalah yang akan menjaga negeri dan penduduknya serta menghancurkan punggung musuh-musuh.
«إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ»
Sesungguhnya seorang imam (khalifah) adalah perisai dimana orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung (HR Muslim)?
Belum tibakah saatnya bagi Anda untuk memahami bahwa umat Islam di bawah Khilafah dahulu selalu dimintai pertolongan oleh orang-orang yang dizalimi di dunia untuk menghilangkan kezaliman atas mereka. Sementara sekarang, di bawah rezim-rezim boneka dan penguasa-penguasa pandir (ruwaibidhah), umat Islam tidak mampu menghilangkan kezaliman dari dirinya sendiri?… Namun demikian, semua kejadian itu telah mendorong berkumandangnya seruan pembebasan. Kegelapan malam pun akan disusul fajar. Sesungguhnya Islam memiliki getaran hebat yang akan mendatangi para penindas dan musuh-musuh Islam dari arah yang tidak mereka sangka-sangka.
وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ
Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (QS Yusuf [12]: 21)
15 Rabiuts Tsani 1432 H
20 Maret 2011 M
Hizbut Tahrir

Tentara AS Mesin Pembunuh Kaum Kafir Penjajah, Tak Layak Mereka Jadi Penjaga

Berbagai media mempublikasikan foto-foto tentara AS yang sedang bermain-main dengan tubuh mayat warga sipil Afghanistan setelah pembunuhan yang dilakukan tanpa pembenaran. Mereka itu adalan para tentara dari kesatuan yang disebut dengan “pasukan kematian”, yang telah banyak melakukan pembunuhan terhadap warga sipil di Afghanistan “untuk tujuan bersenang-senang!”.
Skandal itu muncul kepermukaan menyusul pembantaian yang dilakukan oleh pasukan NATO di Afghanistan baru-baru ini, dalam serangan udara yang menyebabkan puluhan anak-anak dan warga sipil meningal, termasuk sembilan anak-anak yang sedang mengumpulkan kayu bakar. Sunguh semua itu mengungkapkan tentang sifat dan fakta sebenarnya dari para prajurit yang begitu menikmati aksi pembunuhan terhadap kaum Muslim dan penyerangan terhadap mereka.
Sejarah pasukan AS di Afghanistan dan Pakistan penuh dengan pelanggaran dan kejahatan yang begitu telanjang, seperti pembunuhan warga sipil, serta pemboman terhadap pesta pernikahan dan prosesi pemakaman, yang semuanya dilakukan dengan sengaja. Mereka juga sangat menikmati dengan membakar tubuh mayat warga Afghanistan, hingga tindakan-tindakan keji yang mereka lakukan dalam penjara Bagram dan Guantanamo, sampai pada tindakan pelecehan terhadap para perempuan Muslim dan “kristenisasi”. Dan masih banyak lagi kejahatan dan kekejaman mereka yang belum terungkap.
Pasukan AS di Afghanistan adalah sama dengan pasukan AS yang dikirim ke Libya. Mereka menjalankan misi pemboman dan penghancuran dalam rangka untuk menjajah dan mengambil alih sumber daya alam di bawah bendera perlindungan warga sipil. Dan mereka juga melakukan intervensi politik di Mesir, Tunisia, Yaman dan Bahrain untuk alasan yang sama.
Masihkah berharap menemukan duri dari pohon anggur; meminta perlindungan dari ular berbisa, dan mempercayakan pada serigala untuk menjaga domba? Apakah orang yang telah membunuhi warga sipil dan anak-anak di Afghanistan akan melindungi saudara-saudara mereka di Libya?
Hubungan antara kaum Muslim dengan Amerika harus berupa hubungan permusuhan, dan tidak boleh mengambil bentuk lainnya. Kaum Muslim harus memutus semua hubungan diplomatik  dan militer dengannya. Kaum Muslim harus memotong kakinya dari negeri-negeri kaum Muslim; tidak mengizinkannya, begitu juga ekornya untuk mengintervensi negeri-negeri kaum Muslim.
Dengan demikian, sangatlah penting untuk menyingkirkan setiap pengaruh penjajahan-yang di antaranya adalah Amerika-dari negeri-negeri kita melalui kekuatan dan kemampuan tentara kaum Muslim, sehingga Amerika merasakan buah pahit dari kejahatan yang dilakukannya, kebuasan yang terus menumpahkan darah kaum Muslim, menduduki negeri-negeri mereka, serta menjarah dan merampok kekayaannya; dan hendaklah tentara kaum Muslim dengan semua kekuatannya membantu mereka yang berkerja untuk mengembalikan Khilafah, yaitu mereka yang ingin mendirikan mercusuar Islam, menciptakan perubahan yang sebenarnya, membebaskan diri dari pengaruh Barat dalam segala bentuknya dan modelnya. Sehingga kaum Muslim-di bawah naungan Khilafah-kembali menjadi umat terbaik di dunia, umat yang disegani, aman sejahtera, dan mulia; serta terus bekerja dan berusaha untuk menyelamatkan manusia dari penjajahan kapitalisme, pembunuhan di balik topeng busuk demokrasi, dan kekejaman yang merupakan sifat asli pendudukan (pal-tahrir.info, 24/3/2011).

Penguasa Kaum Muslim Sadar Waktu Pesta Mereka Sudah Berakhir

Salah satu prestasi terbesar dari revolusi yang berkobar di negeri-negeri Islam, bahwa revolusi itu telah memecahkan penghalang rasa takut umat terhadap para penguasanya, serta para algojonya yang senantiasa merendahkan umat dengan penyiksaan yang kejam dan keji selama beberapa dekade yang lalu. Umat sekarang telah sampai pada keyakinan bahwa para penguasa mereka tidak lebih hanya seekor harimau dari kertas. Sehingga mereka sebenarnya tidak akan pernah memiliki kedudukan dan kekuasaan tanpa keinginan umat, atau setidaknya umat mendiamkannya. Dengan demikian, umat saat ini benar-benar telah menempatkan kakinya di awal jalan yang akan mengembalikan kekuasaannya untuk diberikannya kepada orang yang telah dipilih oleh umat, serta kepada orang yang dipandang oleh umat sebagai orang yang memang pantas dan layak untuk mendapatkannya.
Di sisi lain, para penguasa telah menyadari bahwa mereka bukan Tuhan dan bukan pula Fira’un; serta waktu pesta bagi mereka telah berakhir. Berikut adalah perkataan Raja Arab Saudi dalam sebuah pernyataan yang disampaikan hari Selasa lalu: “Saudara-saudaraku, ada dua kata selama para syaikh hadir, maka ia untuk seluruh rakyat … Dikatakan “raja hati” atau “raja kemanusiaan. Saya berharap kalian membuang panggilan ini dari saya. Sebab raja itu adalah Allah. Sementara kami adalah hamba Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa. Karena itu, saya sangat berharap kalian membuang kata itu dariku.” Semua ini dilakukan, di samping janji tentang perubahan dan penambahan alokasi anggaran keuangan yang dibuatnya, bahwa dengan cara ini mereka mengira para penuntut perubahan akan menjadi rela.
Raja Bahrain dan Yordania, serta penguasa Syria mulai menggigil ketakutan akibat banjir revolusi yang mungkin membuat kepala mereka tersungkur ke dalam lumpur. Bashar Assad mengumumkan kemungkinan pencabutan undang-undang keadaan darurat, dan reformasi politik di negara ini, yaitu setelah seminggu berlangsungnya aksi protes. Sebelumnya, Raja Yordania telah mengumumkan tentang reformasi pemerintah, politik dan keuangan; yang dengan itu berharap dapat menghilangkan ketakutan terhadap para pemberontak. Adapun Raja Bahrain, mendahului kedua penguasa di atas, telah mengumumkan tentang perubahan, pencairan dana dan janji-janji lainnya. Hanya saja, apa yang mereka lakukan ini tidak mampu memuaskan rakyat yang sudah terlanjur membencinya, dan juga membenci pemerintahannya yang berlumuran dosa.
Sedangkan Gaddafi dan Shaleh, maka keduanya sedang menghitung hari-hari mereka berdua yang masih tersisa. Sebab waktu mereka berdua untuk berpesta dan berfoya-foya benar-benar telah berakhir, dan tidak akan pernah kembali.
Meskipun kebanyakan para rezim diktator di dunia Islam didukung oleh Perancis, termasuk rezim-rezim Arab, selama beberapa dekade terakhir. Namun Perancis menyadari bahwa waktu rezim-rezim ini telah berakhir. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Prancis, Alain Juppe dalam pertemuan dengan para wartawan pada hari Kamis, di mana ia mengatakan bahwa gerakan protes di dunia Arab, cepat atau lambat akan menggilas setiap tempat. Ia menambahkan: “Saya yakin bahwa gerakan ini tidak akan mungkin untuk ditekan. Dan tentu saja ada rezim yang bertindak represif sebagai upaya untuk mempertahankan diri. Namun ia tidak akan mampu melakukan itu dalam waktu yang lama. Dan dengan berjalannya waktu, gerakan ini pasti akan menggilasnya. Bahkan saya berharap hal itu terjadi secepat mungkin.”
Dengan demikian, para penguasa benar-benar telah menjadi ketakutan terhadap umat, setelah umat sebelumnya takut terhadap mereka. Dan hal ini merupakan suatu pertanda baik bahwa era penguasa dispotis (jabriyatan) akan segera berakhir,  yang kemudian disusul dengan berdirinya kembali Khilafah Rasyidah dengan manhaj kenabian.
Rasulullah Saw bersabda: “…. Selanjutnya masa penguasa dispotis (jabriyatan) sampai Allah menghendakinya, kemudian Allah mengangkatnya jika Allah menghendakinya. Setelah itu masa Khilafah dengan manhaj kenabian.” (HR. Ahmad).

Seruan Kepada Para Ulama Yaman

Kantor Media Hizbut Tahrir
Wilayah Yaman
No          : H.T.Y 61
Tanggal : 11 Rabiuts Tsani 1432 H/16 Maret 2011 M
Seruan Kepada Para Ulama Yaman
Saudara-saudara para ulama negeri iman dan hikmah
Sungguh Anda memikul amanah yang berat. Amanah itu bagi Anda lebih berat dari orang-orang selain Anda dikarenakan ilmu Anda yang telah membuat Anda istimewa. Allah SWT berfirman:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ
Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS az-Zumar [39]: 9)
Allah SWT berfirman lebih tentang Anda:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. (QS Fathir [35]: 28)
Rasulullah saw bersada:
« اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ اْلأنْبِيَاءِ»
Para ulama adalah pewaris para nabi
Bukankah telah tiba waktu dan kesempatan bagi Anda untuk menampakkan kebenaran dan tidak takut di jalan Allah terhadap celaan orang-orang yang suka mencela, meski hal itu menyebabkan perginya nyawa Anda dan lepasnya ruh Anda. Dan sungguh kesempatan itu telah datang kepada Anda tanpa Anda harus pergi kepadanya? Tidakkan Anda kenakan kain kafan Anda dan pergi untuk mengatakan kalimat al-haq?
Wahai para ulama Yaman, sesungguhnya Ali Abdullah Saleh memerintah dengan selain syariah Allah sebagaimana para penguasa kaum muslim yang lain! Ia telah berbuat terlalu jauh dalam permusuhan kepada Allah dan loyalitas kepada Barat kafir serta masuk dalam dekapan mereka untuk mendapatkan kelembutan dan kerelaan mereka! Ia telah memerangi Allah di bumi-Nya dengan menelantarkan syariah-Nya. Ia ingin agar Anda merestui kejahatan-kejahatannya dan agar Anda ikut berpartisipasi dengan memoles wajah rezimnya yang tercela, tidakkah Anda menelanjanginya? Bukankah telah tiba waktunya bagi Anda untuk membenarkan kebenaran dan mengakhiri kebatilan? Tidak adakah diantara Anda orang seperti Sa’id bin Jubair, Ahmad bin Hanbal, al-‘Iz bin Abdussalam dan lainnya diantara mereka yang memiliki keutamaan dan keteladanan dalam mengatakan kebenaran? Tidakkan Anda mencari keridhaan Allah sehingga Anda menjadi tokoh kebenaran, tidak takut di jalan Allah terhadap celaan orang-orang yang suka mencela?
Wahai para ulama Yaman, sungguh Anda mengetahui bahwa Ali Abdullah Saleh telah berbuat jahat dalam hak kaum Muslim di Yaman sepanjang masa pemerintahannya. Ia tidak mendekati seorang ulama pun kecuali untuk mengeluarkannya dari jurang tempat dia terjerembab. Seperti seruannya kepada Anda untuk menghadapi Front Nasional di daerah-daerah pusat dan seruannya kepada Anda untuk menjadi prajurit mendukungnya dalam krisis melawan sekutunya di pemerintahan ketika itu, Partai Sosialis, sebelum perang pada musim panas 1994. Juga seruannya kepada Anda pada akhir bulan Ramadhan 1431 H dalam krisis dialog dengan Joint Meeting Party. Kemudian setelah itu ia kembali ke jalan sebelumnya dalam mengeliminasi Anda. Jika tidak, lalu dimana posisi Anda setelah semua seruannya kepada Anda dahulu? Kenapa dia tidak menjadikan Islam selalu sebagai rujukan untuk seluruh permasalahan politik, ekonomi, sosial dan lainnya? Kenapa dia tidak menyeru Anda dalam krisis ekonominya dan sebaliknya justru menyeru Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) dan pasrah kepada apa yang dipaksakan kepadanya, padahal di dalamnya terdapat kehancuran bagi negeri ini dan warganya? Kemudian kenapa Anda masih menunggu seruannya lalu Anda pergi kepadanya dan sebaliknya dia tidak datang kepada Anda seperti penguasa dahulu yang datang mengetuk pintu ulama, dimana dia melakukan itu sebagai bentuk penghinaan terhadap ilmu yang Anda usung? Dan kenapa Anda tidak bersegera menasihatinya dan menyatakan kebenaran di hadapannya tanpa mempedulikan apakah dia menerima atau menolak apa yang Anda katakan?
Wahai para ulama Yaman, sungguh masyarakat rindu untuk melihat para ulama meneriakkan kebenaran yang telah diperitahkan Allah untuk ditampakkan dan tidak ditutupi, sehingga masyarakat tidak akan menyalahi kebenaran itu karena mereka melihatnya dengan jelas!
Problem hari ini yang diserukan Ali Abdullah Saleh untuk diselesaikan setelah kerusakan pemerintahan tampak jelas bagi masayrakat awam, adalah problem yang sederhana dan mudah diselesaikan bagi orang yang bertakwa. Solusinya adalah Anda tampakkan hujjah terhadapnya dan kepada orang-orang yang bersaing dengannya memperebutkan kekuasaan hari ini. Hal itu dengan jalan menghilangkan kezaliman dari tengkuk masyarakat, mengangkat seorang Khalifah bagi kaum muslim dan membaiatnya dengan ketentuan untuk memerintah dengan Islam seperti yang telah dijelaskan dan diperintahkan Allah. Lalu Khalifah menegakkan keadilan, menindak orang zalim dan menolong orang yang dizalimi serta memberikan kepada setiap orang haknya … Sungguh Yaman terus memiliki kesempatan untuk menempuh jalan kemuliaan penegakan Daulah Khilafah Rasyidah kedua yang akan memimpin seluruh muka bumi ini dengan izin Allah SWT. Dan kami menegaskan bahwa Yaman mampu melakukan hal itu. Rasulullah saw telah memberi berita gembira bahwa Khilafah Rasyidah yang kedua itu akan tegak kembali. Dan dia sudah dekat untuk muncul tidak lama lagi, insya’allah. Maka jadilah Anda seperti para pendahulu Anda diantara kaum Anshar yang memenuhi seruan Rasulullah saw yang meneyru mereka untuk menolong agama Allah dan memenangkannya.
Wahai para ulama Yaman, tidak diragukan lagi bahwa warga Yaman mempercayai Anda dan menunggu Anda mengatakan kalimat kebenaran. Adapun Ali Abdullah Saleh maka ia menghadap Anda karena menginginkan Anda untuk menyelamatkannya dari kondisi kritis dikarenakan loyalitasnya kepada Barat dan pengabaiannya atas kitabullah. Maka jangan sampai Anda menjadi partnernya dalam kejahatan-kejahatannya dengan sikap diam Anda di masa lalu dan dukungan Anda hari ini!
Wahai para ulama Yaman, Anda orang yang lebih mengetahui kebaikan. Maka jadilah orang terdepan yang meneriakkan kebenaran. Pimpinlah gelombang manusia di jalan-jalan dan rumah-rumah kepada penerapan syariah Allah dan mencampakkan sistem kufur sejak akarnya dan jangan terima perubahan sekadar pribadi saja setelah perlawanan ini dan setelah pengorbanan besar itu sehingga persis firman Allah SWT:
وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali (QS an-Nahl [16]: 92)
Lebih penting dari itu adalah bahwa masyarakat tidak punya kepemimpinan yang membuat Allah ridha. Maka jika Anda memimpin kepada penerapan syariah Allah niscaya Anda memiliki sifat pelopor dan mendapat keridhaan Allah Yang Maha Besar. Jika Anda tidak melakukannya maka kekacauan dan kerusakan akan menyebar luas. Dan ada kemurkaan dan kemarahan dari Allah yang Maha Besar dan tempat berlindung hanya kepada Allah! Dan pada saat itu maka penyesalan dan kesedihan tiada berguna!
Kami di Hizbut Tahrir tidak mengatakan ini kepada Anda dari balik tabir. Tetapi kami katakan itu terus menerus dan kami arahkan kepada para penguasa dan kami berjuang untuk melanjutkan kehidupan islami dengan tegaknya Daulah Khilafah Rasyidah yang telah diberitakan kabar gembiranya kepada kita oleh Rasulullah saw. Dinyatakan di dalam Musnad imam Ahmad bahwa Rasulullah saw bersabda:
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
“Masa kenabian ada di tengah-tengah kalian dan dengan izin Allah akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasan yang zalim dan dengan izin Allah akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan dan dengan izin Allah akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam
Sekarang kaum kafir melihatnya dengan mata mereka sendiri dan mereka memperingatkannya dan mengawatirkan berdirinya. Sementara kami juga melihatnya sangat jelas dan kami berjuang siang malam untuk merealisasikannya, dan Allah sajalah penolong kita dan tidak ada penolong bagi mereka kaum kafir.
Memberi nasihat adalah wajib bagi Anda sebagaimana wajib bagi para pemimpin kaum Muslim dan kaum Muslim secara umum. Maka wahai “garam bumi” katakanlah kalimat kebenaran dan jangan Anda cenderung kepada orang-orang zalim sehingga Anda disentuh oleh api neraka.
وَلاَ تَرْكَنُواْ إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ
Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka (QS Hud [11]: 113)
Hizbut Tahrir menyeru Anda untuk membebaskan diri Anda dari dosa berdiam terhadap penguasa jahat dan keantekan mereka kepada Barat kafir dan peperangan mereka terhadap agama Allah secara terang-terangan dan terbuka. Sebagaimana Hizbut Tahrir menyeru Anda untuk berjuang bersamanya berdampingan untuk mengembalikan agama Allah ke tampuk pemerintahan melalui tegaknya Khilafah. Dan kami bersegera mengontak Anda maka bersegeralah untuk memenuhinya dan berjuang bersama kami untuk menolong agama Allah. Perjuangan sebelum datangnya pertolongan lebih agung dan lebih besar dari perjuanagn setelah datangnya pertolongan meski bagi masing-masing terdapat kebaikan.
Ya Allah kami telah menyampaikan maka saksikanlah
هَـذَا بَلاَغٌ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُواْ بِهِ وَلِيَعْلَمُواْ أَنَّمَا هُوَ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ



Ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (QS Ibrahim [14]: 52)


Kantor Media Hizbut Tahrir
Wilayah Yaman